
Rasanya indah sekali pernah
mengalami masa lalu yang begitu menyenangkan bersama para handai tolan dibangku
SMA. Berlari bersama, mengejar matahari, memetik bulan-bintang, memanen komet
yang menjulang nyata di atas bukit kala, tanpa seekor buaya. Disinilah
kehidupan bercelana abu-abu, rok pink(yakin??), dan kemeja putih berlabel
tutwuri handayani diceriterakan…
Namaku
Feliks (nama samaran), aku adalah lelaki
yang pantang menyerah, mengejar wanita (Cuma penggalang lirik lagu band Samson).
saat itu aku didaratkan oleh pesawat alien, untuk menjelajahi bumi tercinta
bernama SMA NEGERI 2 AMBON. Para awak pesawat dan ABP (anak buah pesawat)
memberi ancaman dalam sundulan bahwa, masa sma yang aku pilih harus berkahir
selama tiga tahun. (para alien telah jatuh miskin). Alkisah merupakan sekumpulan
kisah yang terjadi pada masa sma hingga masa sekolah dasar (sd)… Alkisah telah
berhasil menggali lubang yang nyaris tak ada di
dalam hati untuk dibuatkan sebuah melodi dan syadu… Alkisah di mulai
dari tkp (Penggalang kalimat dari komedian Parto pada acara OVJ)
Seperti
biasanya, seorang siswa/i yang baru masuk sekolah menengah atas harus
beradaptasi dan bersimbiosis guna kelangsungan hidup, selama tujuannya ingin
dicapai. Untuk dapat terhindar dari serangan bajak laut yang hidup di darat,
maka yang culun semakin culun. Yang brandal semakin menepi kekiri dan kekiri
manise… ada dua kubu pertahanan yang bisa kita deteksi saat masuk sma. Kubu
pertahanan lawan dan kubu penyerangan lawan. Kubu pertahanan lawan adalah segerombol
pasukan upin-ipin yang hanya bertugas untuk belajar dan mengejar prestasi, yang
kini semakin jauh dari rotasi putaran bumi. Sebaliknya kubu perlawanan lawan
adalah sekumpulan pasukan tim akatsuki alias monster yang ingin enjoy dan fine
dengan udara bebas tanpa oksigen, selama masa sma dijekaki. Setelah klasifikasi
ini sudah dibagi menurut system periodik untuk dipelajari tanpa utang piutang
negara, maka sifat dari saya sebagai penulis telah terbaca untuk masuk pada
kubu yang bisa anda tebak.
Taksonku
adalah bergabung dengan tim akatsuki yang jumlah pengikutnya tak ternilai
harganya jika di jual di toko bagus. Kehidupan kami seperti kehidupan makhluk
hidup lainnya. Makan setiap kali ada kesempatan (sibuk bermain di genteng) agar
tidak merugikan organisme lain yang sedang memelihara kehidupan kami. Kejadian
itu terjadi sesaat setelah adam dan hawa dikeluarkan dari taman eden, dimana
kami (siapa kami???) para bakteri yang belum saling mengenal, mencoba memberi sepotong
kaki untuk memulai perkenalan. Seakan tubuhku diserap oleh tiupang angin topan
di gunung Krakatau untuk menemui beberapa orang yang baru pernah kulihat rupa
mereka di alam bawa sadar ini. aku mencoba mencetak kata-kata dalam lukaku
bahwa, kenalkanlah dirimu saja dengan mereka… mereka itu orang baik. Mereka
hanya si pemanjat dinding yang tidak sehebat spiderman. Jika hebat, spiderman
akan bertapa di bawah kaki mereka guna menukar miring DNA-nya dengan DNA mereka
yang nantinya akan di lukiskan diatas kanvas dengan ukuran 3x4 kilo byte.
Karena jumlah mereka terlalu banyak melebihi bintang di langit, maka saya hanya
memperkenalkan sebagian saja dari sejumlah yang tidak ingin saya kenalkan
kepada kalian selaku para tahanan bacaan.
Aku
punya teman, teman sepermainan (Pengglang lirik lagu Maya Ahmad) yang dimana
kita nantinya akan mencoret baju sma secara bersama dalam kurung waktu yang
tidak terbantahkan oleh kinerja alam.Sebelum mereka sah jadi temanku, aku harus
memastikan akte kelahiran mereka yang kuanggap sebagai bukti bahwa mereka
berasal dari alam ini.
Semuanya kulakukan untuk mengantisisapi diriku yang berbeda dari mereka(anak
alien). Untuk bergaul dengan mereka, aku harus tahu cara yang mereka lakukan
pada umumnya. Dan jika itu sesuai dengan kriteria suatu persahabatan, maka aku
akan melakukannya dengan damai jiwaku, damai bangsaku.
Sebenarnya sudah sangat bertele-tele semua
kata-kata ini. namun, apa daya tangan tak tega untuk tenang dan mengetik semua
ilustrasi yang di perjuangkan oleh sel-sel otak. Ini merupakan bukti bahwa
peradaban sudah berubah. Semua hal-hal yang biasanya tidak harus dicopi
pastekan dalam penulisan setiap bacaan. Penulisan harus lebih santai untuk
dinikmati dengan seduhan teh gula aren dari daerah minangkabau. Enaknya dinikmati
dengan secongkel kue kering yang mengeringkan tanah ; maka ku kirim semua ini
untuk teman-temanku dan siapa saja yang ingin mengetahui nikmatnya masa sma.
Lanjutan tadi… Aku melangkahkan
kakiku guna mengaktifkan sebuah pertemanan baru di tahap yang tidak kusangka
datang dengan begitu lama. Seperti menemani pungguk untuk menanti kekasihnya
bernama bulan purnama. Sesampainya aku di bukit, aku merunduk sejenak seperti
padi, dan memajukan tangan pencuri cintaku kepada kedua belah pihak yang adalah
teman baruku (nanti).
Feliks ; hallo teman, bolekah berkenalan? Namaku feliks !!! Aku adalah jin dari
timur tengah, hahahahaha…
mereka terkejut dengan kata-kataku dan segera kabur…
Sahutku dengan kencang., jangan lari teman, aku hanya ingin berkenalan. Mereka berpaling
ke belakang tanpa berfikir akan menjadi tiang garam, dan menjawab… Nanti saja,
Pak Jin. Kami ada urusan yang tidak kalah penting dengan perkenalanmu. Sesal
dan sesak dalam skenarioku untuk mengenalkan diri pada mereka. Hu”… Baru ingin
berkenalan dengan manusia di bumi saja sudah di tinggalkan… apa salahku? Mengapa
hidupku begitu sempurna sehingga menjadikanku tak layak untuk bersahabat dengan
para bajak laut tadi.(sempurna biji matamu)… Preeettttttttt itu Cuma kata-kata
pemanis makanan saja… I’m not perfect. I’m only a man. (ia, aye tau bang
feliks)… Niatku untuk berteman sirna dan redup. Hampa terasa hidupku tanpa
dirimu (penggalang lirik lagu Ari Lasso)…Tenangkan dirimu feliks. Jangan mati
dulu. Kalau kau mati, cerita ini akan berkahir dengan begitu singkat. Pembaca masih
ingin muntah dengan semua ocehanmu…plisss, plissss, plisss forvige me…
Matahari
tiba-tiba berhenti bersinar terang, dan sinarnya lebih memancar ke seluruh
tubuhku. Sebuah suara nyaring dari dalam tanah menyapaku. Kembali ke rumahmu
segera, atau lebih jelasnya, pulanglah… kutanya kembali : siapa kau??? Ia menjawab
; Aku adalah jin dari timur tengah, hahahaha.(mengoceh)… Benarkah??? Kau jin???
Jawabnya gundah gulana ; ia…kutanya lagi. Kenapa menyuruhku pulang??? Ia
menjawabku lunglai… Apa gunanya kau tinggal disini, sementara bel pulang
sekolah sudah berbunyi dari tadi…Aku kaget dan gemetar,,, nadiku berdetak detik
mengetik lentik hatiku,,, Haaaaaaahhhhggggg, pantas saja teman-teman itu segera
pulang(konyol). Kukira mereka takut dengan sariawan yang aku katakan tadi. Sandiwara!
Bukan sariawan… Ia, maaf… segera katakan terima kasih untuk bantuan jin.
Makasih jin atas bantuanya (padahal penjaga sekolah).
Kutantang
diriku sendiri…jika besok aku tidak berhasil mengenalkan diriku dengan
teman-teman atau sebaliknya, maka aku akan melaporkan ini kepada pihak yang
tidak berdasi. Apapun petunjuk yang akan aku peroleh, akan kutempuh semua
perjalanan. Agar setiap suku bangsa di kawasan ini tahu, bahwa aku bukanlah
jin, melainkan manusia yang tetap akan menjadi manusia selama diberi kesempatan
untuk menjadi perdu dalam semak dan gulma.
Bersambung…
Feliks Savero Pattinama