Malam-Malam
sendirian (biasanya seperti itu).Sendirian tanpa hujan, tanpa ojek dan becek. Makanya
membuat tulisan yang bisa disimpan untuk anak, isteri, caca,cici,cece,coco,dan
cucu.Ini mengenai “mantan pacar”. Anda tahu mantan pacar, bukan??? Seseorang yang
hinggap di jendela hatimu, sejenak ataupun lama, dan memberi kenangan sepanjang
hayat di kandung badan…Baru-baru ini saya mengingat dia (biasanya juga ingat)…
Kini dia semakin dewasa (sudah 20 jam hubungan ini berlalu sejak bumi diserang
oleh alien)
Dia kelihatan begitu menarik. Seperti menarik bintang ke dasar samudera, untuk dijadikan pita di kemeja batik yang sudah dimakan ulat bulu.
Sayangnya sudah tidak bersama. Meskipun bersama, tidak berdampak apa-apa lagi. Apakah saat dia tak ada, bumi ini akan berlalu?, Bersama kepindahan sekumpulan hewan laut ke darat, dan hewan darat ke candi Borobudur? (ovidak…vidak) Sesungguhnya sungguh di dalam ungguh, mantan pacar adalah rindu di dalam kelambu tanpa datangnya seekor nyamuk,,,Hap, lalu ditangkap!!!(penggalang lirik lagu untuk nyamuk di mezir dan mesopotania mia) Mantan pacar adalah bejana yang tersileti oleh kabut dan asap tebal, sehingga mampu menghabisi ribuan sel hati guna tujuan tertentu. Mantan pacar adalah keindahan masa lalu yang tidak di beri label Adidas. Kuingat dalam keringat, saat dimana kita makan sepiring berdua. Sepanci berempat. Seember berkelompok; lagi, lagi, dan lagi, kemudian lagi tanpa ragi yang bergigi…semua merasuk kalbu, dalam hati ada satu (Cuma Lirik Lagu simphoni indah dari Once). Tak disangka semua yang sudah dibangun selama ini harus hancur dan binasa (lega rasanya sudah bisa berpisah denganmu). Mantan pacar adalah kisah yang tidak bisa bertahan hingga ke abad pernikahan. Mantan pacar adalah adegan cinta yang tidak disetujui oleh Yang Maha kasih, Yaitu Allah. Allah pengasih,pun bagiku…
(Penggalang lirik lagu Kidung jemaat no 381). Mantan Pacar adalah kemiskinan hati, yang menyusahkan luka di dalam sendu.
Sedinginya Es, tak sedingin tatapan matanya terhadapku…Sepanasnya Api, tak sepanas kemarahanya saat melihatku sedang bermesraan dengan wanita lain (Padahal bersama suster ngesot di malam minggu). Sehitam hitamnya hitam, tak sehitam malam tanpa lampu di dalam ruang hati. Dan aku datang untuk menerangi kehidupannya bersama sebuah lilin yang kusimpan sejak zaman pi tekan tropus erektus dan zaman paleu jawa muka tikus.
Mantan Pacar, dimanakah engkau? Aku tak melihatmu!!!
Janganlah bersembunyi di sudut yang tak memiliki nilai derajat keasaman… Aku masih ingat semua hingga detik lalu. Saat dimana kita menanam padi, menjual jamu, dan menuangkan jeruk ke dalam mulut serangga yang tak bersayap. Jika tidak bertemu, aku hanya ingin mengajukan seekor pertanyaan…Ada Apa Dengan Mu!!! Semoga kau bahagia di hari kemarin, hingga hari esok menjemput sumsung tulang lehermu.
Ingat!!! Berjalanlah 1.000 langkah sehari, agar kau terhindar dari godaan obesitas dan rematik tingkat 3. Berdoalah agar cinta kita berakhir di bulan januari menuju pagi hari. Buanglah tempat pada sampah, dan sampah pada tempatnya. Buanglah aku pula pada tempat terbaik dihatimu. Ingat pesan-pesanku ini!!! Akhirnya aku puas telah menulis tentangmu, dalam raih yang menggejolakkan hatiku ini.
Aku dan kamu adalah kisah yang tak lekang oleh lekong yang mewartakan warta jemaat …
Feliks Savero Pattinama
Dia kelihatan begitu menarik. Seperti menarik bintang ke dasar samudera, untuk dijadikan pita di kemeja batik yang sudah dimakan ulat bulu.
Sayangnya sudah tidak bersama. Meskipun bersama, tidak berdampak apa-apa lagi. Apakah saat dia tak ada, bumi ini akan berlalu?, Bersama kepindahan sekumpulan hewan laut ke darat, dan hewan darat ke candi Borobudur? (ovidak…vidak) Sesungguhnya sungguh di dalam ungguh, mantan pacar adalah rindu di dalam kelambu tanpa datangnya seekor nyamuk,,,Hap, lalu ditangkap!!!(penggalang lirik lagu untuk nyamuk di mezir dan mesopotania mia) Mantan pacar adalah bejana yang tersileti oleh kabut dan asap tebal, sehingga mampu menghabisi ribuan sel hati guna tujuan tertentu. Mantan pacar adalah keindahan masa lalu yang tidak di beri label Adidas. Kuingat dalam keringat, saat dimana kita makan sepiring berdua. Sepanci berempat. Seember berkelompok; lagi, lagi, dan lagi, kemudian lagi tanpa ragi yang bergigi…semua merasuk kalbu, dalam hati ada satu (Cuma Lirik Lagu simphoni indah dari Once). Tak disangka semua yang sudah dibangun selama ini harus hancur dan binasa (lega rasanya sudah bisa berpisah denganmu). Mantan pacar adalah kisah yang tidak bisa bertahan hingga ke abad pernikahan. Mantan pacar adalah adegan cinta yang tidak disetujui oleh Yang Maha kasih, Yaitu Allah. Allah pengasih,pun bagiku…
(Penggalang lirik lagu Kidung jemaat no 381). Mantan Pacar adalah kemiskinan hati, yang menyusahkan luka di dalam sendu.
Sedinginya Es, tak sedingin tatapan matanya terhadapku…Sepanasnya Api, tak sepanas kemarahanya saat melihatku sedang bermesraan dengan wanita lain (Padahal bersama suster ngesot di malam minggu). Sehitam hitamnya hitam, tak sehitam malam tanpa lampu di dalam ruang hati. Dan aku datang untuk menerangi kehidupannya bersama sebuah lilin yang kusimpan sejak zaman pi tekan tropus erektus dan zaman paleu jawa muka tikus.
Mantan Pacar, dimanakah engkau? Aku tak melihatmu!!!
Janganlah bersembunyi di sudut yang tak memiliki nilai derajat keasaman… Aku masih ingat semua hingga detik lalu. Saat dimana kita menanam padi, menjual jamu, dan menuangkan jeruk ke dalam mulut serangga yang tak bersayap. Jika tidak bertemu, aku hanya ingin mengajukan seekor pertanyaan…Ada Apa Dengan Mu!!! Semoga kau bahagia di hari kemarin, hingga hari esok menjemput sumsung tulang lehermu.
Ingat!!! Berjalanlah 1.000 langkah sehari, agar kau terhindar dari godaan obesitas dan rematik tingkat 3. Berdoalah agar cinta kita berakhir di bulan januari menuju pagi hari. Buanglah tempat pada sampah, dan sampah pada tempatnya. Buanglah aku pula pada tempat terbaik dihatimu. Ingat pesan-pesanku ini!!! Akhirnya aku puas telah menulis tentangmu, dalam raih yang menggejolakkan hatiku ini.
Aku dan kamu adalah kisah yang tak lekang oleh lekong yang mewartakan warta jemaat …
Feliks Savero Pattinama
