Suatu masa yang
pernah dilewati disebut kenangan… Suatu masa yang pernah dilewati berulang
kali, disebut kenang-kenangan… suatu barang yang dibeli dan dikotakan untuk di
bawah pulang ke sanak saudara disebut kenang-kenangan.
Dari satu paragraph diatas, kita dapat membuat sebuah topik yang bisa dibaca oleh pembaca dengan mempersingkat segala acuan yang mengarah pada pertentangan dan peperangan. Topik yang akan ditentukan adalah kenangan masa kuliah yang memiliki aneka ragam warna, dan sejuta rasa bersama mie sedap dan kecap bangau(Pace, feliks su mulai noge)…
Kenangan ini terjadi saat pagi menjemput asa (siapa asa???) dan hati gundah gulana (mabuk air hujan semalam). Pagi itu seperti pagi yang biasanya, bulan bertiup kencang, dan angin memancarkan sinarnya ditaburi terbangnya burung di udara untuk melakukan misi penyelamatan bersama pasukan kura-kura ninja.(belum apa-apa sudah mengarang bebas)
Ketika kaki dipijak, dan langit dijunjung, aku mengarahkan pandanganku ke sela-sela pintu yang paling menakutkan di alam raya kampus yang sedang berkumandang. Pintu itu adalah pintu kemana saja. (apakah itu adalah pintu ajaib milik doraemon?)pintu itu menuju sebuah ruangan besar yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran ½ alas x tinggi (luas segitiga). Pintu itu akan mempertontonkan ketakutan ada kelucuan antara manusia dengan mahabrata. Aku mengeluarkan roh dari tubuhku karena rasa takut yang dalam. Roh-ku menepuk pundak dengan tujuan menyadarkanku sejenak, bahwa pintu itu tidak akan merubah apapun tentang kehidupanku saat ku masuki. Kulajukan kaki kiri-kananku mencapai kecepatan 3.000 hasta/jam menuju pintu tadi. Aku harus kuat. aku harus bisa. Aku bisa melewatinya (kataku dalam kalbu yang menguncir.)
Didepan pintu berpelana gundah piara, seorang pria berbadan besar dan kekar, berkulit hitam layaknya warna cat tembok rumah sakit, kini menatapku ; tajam. (matanya seperti belati pramuka yang aku gunakan saat sekolah dasar)…
dia menanyaiku dengan begitu kasar, seperti polisi menginterogasi seorang tahanan…
kakak senior : Jeng, hay jeng… Jeng mahasiswa baru ya???
(aku pingsan selama sepekan)
aku : Kakak, panggil aku, jeng??? (tanyaku mengerutu)
Kakak senior : ia, kamu !!! siapa lagi…
aku : aku, kak?
kakak senior : ia, kamu cinnnnnnnn (pipinya memerah meronta rona)
(aku pingsan selama sepekan lagi)
untuk pertama kali dalam kehidupan, aku berbicara dengan seorang yang kusangka gagah perkasa, dan berani mempertaruhkan nyawa layaknya serigala, namun ternyata memperkasai perasaan seperti seorang kucing betina yang sedang hamil. Aku kini berani meluruskan ke dua tungkai kakiku, dan mengejek dia dalam hatiku… Dasar banci kaleng. Toples kaca. Panci kempes. Kentang goreng…(puas rasanya menghina dalam hati) untuk pertama kalinya kata-kata kasar keluar dari bibir bersengketa ini.
Dia melemaskan pundak, dan mengepakan sayap kecongeannya, sambil mulai mengajakku berbincang lagi….
Kakak senior : Jenggg ! kenapa baru masuk???
(tanganya mengulai 49 derajat meunju bandara pattimura)
Aku : aku, kak???
Kaka senior : ia, kamu…I love u…
(Aku pingsan dan diinfus dengan air putih)
Kakak senior : Cepat tulis namamu di kertas, aku akan memasukannya di kelurahan hatiku…
(Aku muntah nasi goreng yang kumakan sebelum ke kampus)
Tiba-tiba suara sekumupulan kuda kencana meleset di depanku, yang dikendarai oleh seorang wanita cantik,,, namanya delila…(kunamai saja)
Apakah dia akan membantuku melawan kerasnya dunia penuh gelombang dan arus yang bernama kakak senior, jeng???
Ataukah sebaliknya…Mereka akan mengamputasi seluruh perasaanku, seperti yang selalu terjadi seperti biasa di alam bawah sadar tak berkasur tebal…
kejadian ini sungguh konyol… malapetaka apalagi yang akan terjadi dengan kehidupanku yang semakin terpuruk setelah berenang di atas bak mandi penuh air beriak…Oh, TUHAN… tolonglah aku yang belum tahu melakukan dosa...
Bersambung…
Feliks Savero Pattinama
Dari satu paragraph diatas, kita dapat membuat sebuah topik yang bisa dibaca oleh pembaca dengan mempersingkat segala acuan yang mengarah pada pertentangan dan peperangan. Topik yang akan ditentukan adalah kenangan masa kuliah yang memiliki aneka ragam warna, dan sejuta rasa bersama mie sedap dan kecap bangau(Pace, feliks su mulai noge)…
Kenangan ini terjadi saat pagi menjemput asa (siapa asa???) dan hati gundah gulana (mabuk air hujan semalam). Pagi itu seperti pagi yang biasanya, bulan bertiup kencang, dan angin memancarkan sinarnya ditaburi terbangnya burung di udara untuk melakukan misi penyelamatan bersama pasukan kura-kura ninja.(belum apa-apa sudah mengarang bebas)
Ketika kaki dipijak, dan langit dijunjung, aku mengarahkan pandanganku ke sela-sela pintu yang paling menakutkan di alam raya kampus yang sedang berkumandang. Pintu itu adalah pintu kemana saja. (apakah itu adalah pintu ajaib milik doraemon?)pintu itu menuju sebuah ruangan besar yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran ½ alas x tinggi (luas segitiga). Pintu itu akan mempertontonkan ketakutan ada kelucuan antara manusia dengan mahabrata. Aku mengeluarkan roh dari tubuhku karena rasa takut yang dalam. Roh-ku menepuk pundak dengan tujuan menyadarkanku sejenak, bahwa pintu itu tidak akan merubah apapun tentang kehidupanku saat ku masuki. Kulajukan kaki kiri-kananku mencapai kecepatan 3.000 hasta/jam menuju pintu tadi. Aku harus kuat. aku harus bisa. Aku bisa melewatinya (kataku dalam kalbu yang menguncir.)
Didepan pintu berpelana gundah piara, seorang pria berbadan besar dan kekar, berkulit hitam layaknya warna cat tembok rumah sakit, kini menatapku ; tajam. (matanya seperti belati pramuka yang aku gunakan saat sekolah dasar)…
dia menanyaiku dengan begitu kasar, seperti polisi menginterogasi seorang tahanan…
kakak senior : Jeng, hay jeng… Jeng mahasiswa baru ya???
(aku pingsan selama sepekan)
aku : Kakak, panggil aku, jeng??? (tanyaku mengerutu)
Kakak senior : ia, kamu !!! siapa lagi…
aku : aku, kak?
kakak senior : ia, kamu cinnnnnnnn (pipinya memerah meronta rona)
(aku pingsan selama sepekan lagi)
untuk pertama kali dalam kehidupan, aku berbicara dengan seorang yang kusangka gagah perkasa, dan berani mempertaruhkan nyawa layaknya serigala, namun ternyata memperkasai perasaan seperti seorang kucing betina yang sedang hamil. Aku kini berani meluruskan ke dua tungkai kakiku, dan mengejek dia dalam hatiku… Dasar banci kaleng. Toples kaca. Panci kempes. Kentang goreng…(puas rasanya menghina dalam hati) untuk pertama kalinya kata-kata kasar keluar dari bibir bersengketa ini.
Dia melemaskan pundak, dan mengepakan sayap kecongeannya, sambil mulai mengajakku berbincang lagi….
Kakak senior : Jenggg ! kenapa baru masuk???
(tanganya mengulai 49 derajat meunju bandara pattimura)
Aku : aku, kak???
Kaka senior : ia, kamu…I love u…
(Aku pingsan dan diinfus dengan air putih)
Kakak senior : Cepat tulis namamu di kertas, aku akan memasukannya di kelurahan hatiku…
(Aku muntah nasi goreng yang kumakan sebelum ke kampus)
Tiba-tiba suara sekumupulan kuda kencana meleset di depanku, yang dikendarai oleh seorang wanita cantik,,, namanya delila…(kunamai saja)
Apakah dia akan membantuku melawan kerasnya dunia penuh gelombang dan arus yang bernama kakak senior, jeng???
Ataukah sebaliknya…Mereka akan mengamputasi seluruh perasaanku, seperti yang selalu terjadi seperti biasa di alam bawah sadar tak berkasur tebal…
kejadian ini sungguh konyol… malapetaka apalagi yang akan terjadi dengan kehidupanku yang semakin terpuruk setelah berenang di atas bak mandi penuh air beriak…Oh, TUHAN… tolonglah aku yang belum tahu melakukan dosa...
Bersambung…
Feliks Savero Pattinama
