Sabtu, 22 November 2014

Kisah Feliks di SMA NEGERI 2 AMBON



Rasanya indah sekali pernah mengalami masa lalu yang begitu menyenangkan bersama para handai tolan dibangku SMA. Berlari bersama, mengejar matahari, memetik bulan-bintang, memanen komet yang menjulang nyata di atas bukit kala, tanpa seekor buaya. Disinilah kehidupan bercelana abu-abu, rok pink(yakin??), dan kemeja putih berlabel tutwuri handayani diceriterakan…
     Namaku Feliks (nama samaran),  aku adalah lelaki yang pantang menyerah, mengejar wanita (Cuma penggalang lirik lagu band Samson).
saat itu aku didaratkan oleh pesawat alien, untuk menjelajahi bumi tercinta bernama SMA NEGERI 2 AMBON. Para awak pesawat dan ABP (anak buah pesawat) memberi ancaman dalam sundulan bahwa, masa sma yang aku pilih harus berkahir selama tiga tahun. (para alien telah jatuh miskin). Alkisah merupakan sekumpulan kisah yang terjadi pada masa sma hingga masa sekolah dasar (sd)… Alkisah telah berhasil menggali lubang yang nyaris tak ada di  dalam hati untuk dibuatkan sebuah melodi dan syadu… Alkisah di mulai dari tkp (Penggalang kalimat dari komedian Parto pada acara OVJ)
     Seperti biasanya, seorang siswa/i yang baru masuk sekolah menengah atas harus beradaptasi dan bersimbiosis guna kelangsungan hidup, selama tujuannya ingin dicapai. Untuk dapat terhindar dari serangan bajak laut yang hidup di darat, maka yang culun semakin culun. Yang brandal semakin menepi kekiri dan kekiri manise… ada dua kubu pertahanan yang bisa kita deteksi saat masuk sma. Kubu pertahanan lawan dan kubu penyerangan lawan. Kubu pertahanan lawan adalah segerombol pasukan upin-ipin yang hanya bertugas untuk belajar dan mengejar prestasi, yang kini semakin jauh dari rotasi putaran bumi. Sebaliknya kubu perlawanan lawan adalah sekumpulan pasukan tim akatsuki alias monster yang ingin enjoy dan fine dengan udara bebas tanpa oksigen, selama masa sma dijekaki. Setelah klasifikasi ini sudah dibagi menurut system periodik untuk dipelajari tanpa utang piutang negara, maka sifat dari saya sebagai penulis telah terbaca untuk masuk pada kubu yang bisa anda tebak.
     Taksonku adalah bergabung dengan tim akatsuki yang jumlah pengikutnya tak ternilai harganya jika di jual di toko bagus. Kehidupan kami seperti kehidupan makhluk hidup lainnya. Makan setiap kali ada kesempatan (sibuk bermain di genteng) agar tidak merugikan organisme lain yang sedang memelihara kehidupan kami. Kejadian itu terjadi sesaat setelah adam dan hawa dikeluarkan dari taman eden, dimana kami (siapa kami???) para bakteri yang belum saling mengenal, mencoba memberi sepotong kaki untuk memulai perkenalan. Seakan tubuhku diserap oleh tiupang angin topan di gunung Krakatau untuk menemui beberapa orang yang baru pernah kulihat rupa mereka di alam bawa sadar ini. aku mencoba mencetak kata-kata dalam lukaku bahwa, kenalkanlah dirimu saja dengan mereka… mereka itu orang baik. Mereka hanya si pemanjat dinding yang tidak sehebat spiderman. Jika hebat, spiderman akan bertapa di bawah kaki mereka guna menukar miring DNA-nya dengan DNA mereka yang nantinya akan di lukiskan diatas kanvas dengan ukuran 3x4 kilo byte. Karena jumlah mereka terlalu banyak melebihi bintang di langit, maka saya hanya memperkenalkan sebagian saja dari sejumlah yang tidak ingin saya kenalkan kepada kalian selaku para tahanan bacaan.
     Aku punya teman, teman sepermainan (Pengglang lirik lagu Maya Ahmad) yang dimana kita nantinya akan mencoret baju sma secara bersama dalam kurung waktu yang tidak terbantahkan oleh kinerja alam.Sebelum mereka sah jadi temanku, aku harus memastikan akte kelahiran mereka yang kuanggap sebagai bukti bahwa mereka berasal dari alam ini.
Semuanya kulakukan untuk mengantisisapi diriku yang berbeda dari mereka(anak alien). Untuk bergaul dengan mereka, aku harus tahu cara yang mereka lakukan pada umumnya. Dan jika itu sesuai dengan kriteria suatu persahabatan, maka aku akan melakukannya dengan damai jiwaku, damai bangsaku.
     Sebenarnya sudah sangat bertele-tele semua kata-kata ini. namun, apa daya tangan tak tega untuk tenang dan mengetik semua ilustrasi yang di perjuangkan oleh sel-sel otak. Ini merupakan bukti bahwa peradaban sudah berubah. Semua hal-hal yang biasanya tidak harus dicopi pastekan dalam penulisan setiap bacaan. Penulisan harus lebih santai untuk dinikmati dengan seduhan teh gula aren dari daerah minangkabau. Enaknya dinikmati dengan secongkel kue kering yang mengeringkan tanah ; maka ku kirim semua ini untuk teman-temanku dan siapa saja yang ingin mengetahui nikmatnya masa sma.
     Lanjutan tadi… Aku melangkahkan kakiku guna mengaktifkan sebuah pertemanan baru di tahap yang tidak kusangka datang dengan begitu lama. Seperti menemani pungguk untuk menanti kekasihnya bernama bulan purnama. Sesampainya aku di bukit, aku merunduk sejenak seperti padi, dan memajukan tangan pencuri cintaku kepada kedua belah pihak yang adalah teman baruku (nanti).
Feliks ; hallo teman, bolekah berkenalan? Namaku feliks !!! Aku adalah jin dari timur tengah, hahahahaha…
mereka terkejut dengan kata-kataku dan segera kabur…
Sahutku dengan kencang., jangan lari teman, aku hanya ingin berkenalan. Mereka berpaling ke belakang tanpa berfikir akan menjadi tiang garam, dan menjawab… Nanti saja, Pak Jin. Kami ada urusan yang tidak kalah penting dengan perkenalanmu. Sesal dan sesak dalam skenarioku untuk mengenalkan diri pada mereka. Hu”… Baru ingin berkenalan dengan manusia di bumi saja sudah di tinggalkan… apa salahku? Mengapa hidupku begitu sempurna sehingga menjadikanku tak layak untuk bersahabat dengan para bajak laut tadi.(sempurna biji matamu)… Preeettttttttt itu Cuma kata-kata pemanis makanan saja… I’m not perfect. I’m only a man. (ia, aye tau bang feliks)… Niatku untuk berteman sirna dan redup. Hampa terasa hidupku tanpa dirimu (penggalang lirik lagu Ari Lasso)…Tenangkan dirimu feliks. Jangan mati dulu. Kalau kau mati, cerita ini akan berkahir dengan begitu singkat. Pembaca masih ingin muntah dengan semua ocehanmu…plisss, plissss, plisss forvige me…
     Matahari tiba-tiba berhenti bersinar terang, dan sinarnya lebih memancar ke seluruh tubuhku. Sebuah suara nyaring dari dalam tanah menyapaku. Kembali ke rumahmu segera, atau lebih jelasnya, pulanglah… kutanya kembali : siapa kau??? Ia menjawab ; Aku adalah jin dari timur tengah, hahahaha.(mengoceh)… Benarkah??? Kau jin??? Jawabnya gundah gulana ; ia…kutanya lagi. Kenapa menyuruhku pulang??? Ia menjawabku lunglai… Apa gunanya kau tinggal disini, sementara bel pulang sekolah sudah berbunyi dari tadi…Aku kaget dan gemetar,,, nadiku berdetak detik mengetik lentik hatiku,,, Haaaaaaahhhhggggg, pantas saja teman-teman itu segera pulang(konyol). Kukira mereka takut dengan sariawan yang aku katakan tadi. Sandiwara! Bukan sariawan… Ia, maaf… segera katakan terima kasih untuk bantuan jin. Makasih jin atas bantuanya (padahal penjaga sekolah).
     Kutantang diriku sendiri…jika besok aku tidak berhasil mengenalkan diriku dengan teman-teman atau sebaliknya, maka aku akan melaporkan ini kepada pihak yang tidak berdasi. Apapun petunjuk yang akan aku peroleh, akan kutempuh semua perjalanan. Agar setiap suku bangsa di kawasan ini tahu, bahwa aku bukanlah jin, melainkan manusia yang tetap akan menjadi manusia selama diberi kesempatan untuk menjadi perdu dalam semak dan gulma.

Bersambung…

Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...