Senin, 22 September 2014

Aku akan mengejar rasaku terus

 
Aku akan mengejar rasaku terus
karena roh tidak bisa tidur tenang
tanpa cinta disampingnya…
      kalau kau adalah wanita cuek
      akan kupecahkan kristal hatimu yang mengeras
      dan kuraih utuh hingga kau sadar
      tentang keagungan bilik cintaku ini
dan bila kau adalah wanita yang telah ku kenal sebelumnya,
namun bersembunyi dibalik kesalahanku dulu,
maka aku akan mencuri dengan tulus
berjuang dengan licik
menurut jarak dan waktu yang menahanku selama ini…
Aku tidak ingin memakaikan cincin pada jari manis
yang tidak kujumpai dalam mimpiku
atau pula tangan halus bagai sutera
namun nantinya mengiring pada derita dan tangisan belaka

Feliks Savero Pattinama

Saat aku bertemu cinta




Saat aku bertemu cinta
selamanya aku kuburkan bersama jasadku
aku tidak ingin membagi hati
saat ikrar pernikahan di ucapkan…
      namun apa penting menyimpan cinta
      jika tidak memiliki?
cinta adalah kebebasan merasa
dengan siapa dan mengapa bahkan untuk apa?
tapi, cinta juga adalah kerelaan
atas apa yang diputuskan oleh TUHAN…
      semoga kau manusia baru setelah kehidupanku
      mampu berpetualang keras,
      dan menemukan benar siapa harta hatimu…

aku sulit mengatakan siapa adindaku
karena hanya dialah yang pernah hadir
dan tidak pergi setelah kehidupan ini berakhir…

Feliks Savero Pattinama

Aku masuki gelapnya lautan



Aku masuki gelapnya lautan
menuangkan satu per satu
dua per dua, dan tiga per tiga kerinduanku(konyol)
memanggil nama yang tidak mendengar
sampai giliran ketakutan mengetok pintu bernama hati bermarga jantung
      aku pacukan langkah surya
      sampai dimana aku tertawa,
      karena dia sebaya dengan cinta
      memahami namun membisu
kutemui doaku
dan bersyukur dalam rasa sakit
maka biarlah aku mencintainya tulus
dan tidak meminta yang buruk
      cukuplah sudah semua
      yang pernah ada di bawah matahari
      berteman dengan bulan dan bintang (puitis skali Si Feliks ini)
      aku juga ingin untuk bahagia
      walau hal itu sulit lahir
      dari hati yang menyimpan cinta…

Feliks Savero Pattinama

Sabtu, 20 September 2014

Kau saja



Satu-satunya wanita yang berpengaruh dalam kisah cintaku,
adalah kamu Adinda (masih tetap nama samaran)…
Aku membentuk cintaku kepadamu
saat kau dan aku masih meraba tentang masa depan,
bukan sekarang, saat kau telah dewasa dan tahu tentang cara merias.
      terpendam sudah semua sejak lama
      awal pertemuan kita diperkebunan kopi
      milik Pa Tarno (Feliks, ko tipu terus)…
tentang kehidupan
aku baik-baik saja…
aku tetap makan dan minum
walau kau tidak ada…
      Aku tidak mungkin
      memikirkanmu saat lapar
      karena itu akan menambah benih
      kesakitan di jantungku…
aku terlena oleh semua darimu
tapi tidak menjadikanku gila…
      sebab saat aku gila
      pikiranku tidak terkontrol
      untuk memikirkanmu dalam
      rasa cinta yang indah dan sempurna
Aku masih mempercayai mimpiku
bahwa kau dan aku akan menjadi satu
suatu hari nanti…
apakah di bumi,
ataukah di surga bersama para malaikat TUHAN…

Feliks Savero Pattinama

Semalam kau datang lagi



      Semalam di tempat tidur ini,
aku mendengar suaranya lagi,,,
kami berbincang dalam keinginan yang kami ciptakan.
Rasa itu tidak pernah berubah
masih tetap sama seperti dulu,
saat negara api menyerang…

      Antara tersiksa dalam kerinduan yang terpendam…
OH, mengapa kau begitu hangat untuk suasana yang tampak tiada berarti.
Apakah rasa ini adalah keabadian yang tidak disetujui TUHAN???
senantiasa aku syukuri
namun kadang mencela
dampak dari ketidakhadiranmu…
      Setiap malamnya aku menunggu
kapankah kau hubungi aku lagi?
      Pabila telpon genggam alias hp alias handphone
berdering dan menggetarkan tempat tidurku dan tampak
namamu memanggil, maka siaplah sudah aku untuk tersiksa
lagi di hari-hari selanjutnya (mulai sedih)…
siksa itu adalah rasa yang kusebut dengan cinta (cie…cie)
      sujud dalam doa
semoga TUHAN memperlihatkanmu
nyata dihadapanku,
Karena rinduku seperti sungai
yang kering tanpa air
dan segala pengetahuaannya…

Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...