Sabtu, 20 September 2014

Semalam kau datang lagi



      Semalam di tempat tidur ini,
aku mendengar suaranya lagi,,,
kami berbincang dalam keinginan yang kami ciptakan.
Rasa itu tidak pernah berubah
masih tetap sama seperti dulu,
saat negara api menyerang…

      Antara tersiksa dalam kerinduan yang terpendam…
OH, mengapa kau begitu hangat untuk suasana yang tampak tiada berarti.
Apakah rasa ini adalah keabadian yang tidak disetujui TUHAN???
senantiasa aku syukuri
namun kadang mencela
dampak dari ketidakhadiranmu…
      Setiap malamnya aku menunggu
kapankah kau hubungi aku lagi?
      Pabila telpon genggam alias hp alias handphone
berdering dan menggetarkan tempat tidurku dan tampak
namamu memanggil, maka siaplah sudah aku untuk tersiksa
lagi di hari-hari selanjutnya (mulai sedih)…
siksa itu adalah rasa yang kusebut dengan cinta (cie…cie)
      sujud dalam doa
semoga TUHAN memperlihatkanmu
nyata dihadapanku,
Karena rinduku seperti sungai
yang kering tanpa air
dan segala pengetahuaannya…

Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...