Sabtu, 20 September 2014

Aku dan Adindaku (nama samaran) di taman indah…



Aku dan Adindaku (nama samaran) di taman indah…

saat itu aku sendirian di taman yang Allah jadikan bersama bumi ini…
antara kematian dan hidup, aku ditengahnya merana. Aku merasa ada yang tidak disediakan Allah bagiku. Seluruh bagian dari taman kutelusuri, hanya ada keindahan yang telah ku kenali saja. Namun semua itu tidak menyingkapkan apa yang aku harapkan. Pikirku Allah mengetahui apa yang aku butuhkan untuk menjalani bersama dengan aku di taman ini.Dan dia itu adalah manusia bernama hawa (adindaku seumur hidup). Ibu dari setiap generasi….

Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...