Sabtu, 16 Agustus 2014

raga bio'fun 2010



                Keseharianku dengan manusia-manusia Bio’fun tidak akan pernah terlewati tanpa ada sesuatu yang kusebut dengan kelucuan. Manusia-manusia Bio’fun itu begitu hebat memainkan peran mereka masing-masing. Dari yang tertua hingga yang termuda mampu mensekresikan lelucon secara instan. Jika dilukiskan dalam sebuah kendaraan maka, Mereka adalah mesin automatic tanpa teks.  Seperti menghadap seorang guru besar, maka kami ini adalah guru besar yang belum selesai berfotosintesis. Kelucuan kami dikenali banyak orang, bahkan ada yang dengan sengaja mengutip setiap kejenakaan kami. Hak-hak kehidupan kami didasari dengan dambaan menjadi seorang yang bertitel dan disegani. Jika kau belum mengenal kami, maka tulisan ini tidak cukup untuk menjelaskannya. Kami punya jabatan yang tinggi, diberi nama mahasiswa. Ada juga yang setingkat dengan kami, namanya mahapia. Informasi dan komunikasi adalah tersangka utama dalam setiap perjalanan kami. Itu sebabnya jika ada ketertinggalan, maka pengeculian akan memihak setiap sasaran yang kami tuju.
                Selama ini kami belum mendapat laporan dari pihak kepolisian bahwa kami akan ditangkap atas tujuan membuat kelucuan. Semua orang yang melintasi bayangan-bayangan kami akan ikut tertawa. Kami tertawa bersama untuk proses yang tidak bermasalah. Misalnya ada indikasi uang ke Ka Kres. Maksudku, indikasi untuk melakukan lelucon buatan. Tapi terdengar halus ditelinga bahwa pertujukan mahal kami tidak bisa dihindari oleh para penonton. Kami masih punya etika, namun tidak setinggi Erika di sma unggulan. Kami bisa saja menghilangkan bukti-bukti, namun itu tidak penting. Jejak kami pun menjadi sasaran mahasiswa baru. Tapi kesempurnaan adalah kami saja, bukan pihak saksi di meja kehidupan. Kami tidak mengulur waktu, tapi kami menjalaninya sesuai contoh pihak sebelum kami ada. Kami tidak menonaktifkan kehidupan kami. Kami bisa di cari kapan, dan dimana saja.berdasarkan hal tersebut apakah anda yang membaca sudah paham sedikit mengenai gambaran umum tubuh kami?
                 sepanjang itu terjadi, kalian harus mengambil langkah pasti. Bukan langkah kaki tanpa jejak pendaki.  Jangan seenaknya memikirkan yang buruk tentang kami. Kami bukan hal buruk yang kalian pikirkan. Tanpa seleksi kami dipertemukan untuk mengumumkan siapa kami pada kalian. Dambaan kami adalah harapan yang selama ini kami pupuk dengan kejujuran yang akan berakhir bahagia bersama datangnya mentari pagi, bukan kartu mentari. Sekilas ulasan singkat dari kaka feliks savero pattinama alias bung elek ban lek ( words of hendro).

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...