Sabtu, 16 Agustus 2014

Logika mencintai



Logika tidak akan sepaham dengan kejadian hari ini. Logika bukan hitungan matematika memakai kalkulator. Logika bukan kemampuan tercepat untuk memecahkan kaca masalah. Namun logikaku kali ini adalah tentang wanita sebagai sumber kehidupan selanjutnya. Logika bukan bahasa inggris tanpa hafalan. Logika itu, yang masuk akal saja, atau yang bisa diterima oleh kemampuan seseorang dalam mempercayai. Logika mencintai berbeda dengan logika ilmu pengetahuan. Sebab ini menyangkut rasa, dalam hati yang merusak pemikiran. Logika mencintai bisa saja berubah di setiap rancangan yang telah matang. Logika mencintai dengan suhu yang panas akan mudah membakar hati ketika tidak menemukan cinta yang kau cari didalam kehausanmu. Setiap orang akan mendengarkan logika yang terbaik dalam kehidupannya. Jika itu yang terbaik, lakukanlah.  Jika tidak maka putuskanlah. Jalan panjang itu pernikahan, bukan mainan boneka para manusia terkenal di tv. Logika harus berani bertindak, walaupun itu adalah kesakitan. Logika harus paham akan tantangan ketika palu hakim telah diketukan kedalam jantung. Logika harus sendiri, tapi jangan menjadi kaku. Logika punya banyak teman yang bisa diajak berbicara. Tapi logika juga bisa hancur, jika tidak ada yang memperhatikannya. Sekalipun memperhatikan, jika pada saatnya logika akan kecewa, maka tidak seorangpun yang bisa menahan tabrakan keras bernama logika itu. Logika kadang-kadang menutupi kejujuran. Sengaja dibuatnya untuk tidak mengundurkan diri dari jajanan yang telah dibelinya. Penegasan dan desakan adalah kerabat dekat logika. Sasaran logika adalah menemukan jawaban yang paling tepat dan tidak meleset. Harus beta bilang, logika itu adalah kemungkinan terburuk jika terlalu sering digunakan untuk menemukan masalah. Logika adalah korban keprihatinan bagi mereka yang tidak membantu menafsirkan logikannya. Feliks Savero Pattianama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...