Sabtu, 16 Agustus 2014

Mercusuar



Matahari adalah benda penerang yang memiliki kekuatan besar, dan tetap stabil setiap waktu. Memberi cahaya bagi setiap kehidupan di bumi ini, sesuai jadwalnya. Ia mengelilingi bumi sebagai tanda kepatuhannya kepada sang pencipta. Jika dia acuh akan tugasnya, maka kita akan mencela pekerjaannya. Dia bekerja sama dengan bulan dan bintang demi menghargai kepercayaan yang di percayakan  diatas pundaknya. Sedikit gambaran mengenai matahari yang indah jika kau melihatnya dengan rasa syukur .Yang menjadikan dirinya sunrise di padi hari dan berubah menjadi sunset di sore hari. Tugasnya terlalu berat di sekitar langit, tidak ditemani siapapun. Tapi tetap bersemangat walau kadang merasa jenuh. saat malam tiba dia mengirim sms kepada bulan dan bintang katanya : tugasku sudah selesai, sekarang bagianmu kawan. Aku percayakan beberapa jam ini untuk kau terangi. Latar belakang mengenai matahari telah kugoreskan, kini kulanjutkan dengan arti gambar yang ku sisipkan bersama tulisan ini. Mercusuar adalah nama sebuah lokasi di kota Ambon yang tingginya ribuan kaki dari permukaan laut. Tidak terhitung jumlah pijakan kakinya, dan jika kau ingin melakukannya saya persilahkan dengan segenap ejekan. Disinlah sebagian dari kotaku terlihat dengan begitu mengagumkan. Setiap kota dengan keindahannya, dan mercusuar adalah peran penting dari kepentingan besar itu. Ketika kau tiba dipuncaknya, kau tidak akan mempercayai keindahannya. Kau tidak akan mempercayai kesegaran udaranya. Kau tidak akan mempercayai kesejukannya. Kau tidak akan mempercayai keteraturan suhunya. Dan kau tidak akan mempercayai, bahwa matahari akan turun saat sore menjelang malam diantara kedua teluk yang saling terpisahkan. Tempat yang tinggi dan mudah dijangkau dari setiap keingintahuanmu mengenai bumi ini. Laut yang tenang dibawahnya, memantulkan warna sinar matahari yang telah tertanam didalam kesunyian raga. Kau yang sakit akan merasa dipedulikan untuk menjadi sembuh. Kau yang sehat akan menjadi lebih kuat menjalani jalan yang sulit kau pahami selama ini. Diketinggian itu, kau menemukan banyak hal. Tentang padang rumput, dan kehampaan hati yang terbebas oleh seruan suara bumi. Banyak keindahan ditempat itu yang tidak harus dituliskan sepanjang pantai tanpa pembatas. Terlalu indah untuk dilupakan, dan jangan lupakan keindahannya saat masa tua datang. Untuk mengetahui tempat itu, datangilah saat sore menjelang malam. Katakanlah itu sunset yang berwrna orange, dan bukan warna lain yang tidak ditugaskan. Keprihatinanku bagi mereka yang datang untuk menceritakan daerah yang bukan adalah mereka, daripada Mercusuar Ambonku, Ambonmu. Saya Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...