Minggu, 07 Desember 2014

Jika Engkau yang memberi dia untuk aku cintai



Jika Engkau yang memberi dia untuk aku cintai
mengapa aku tidak memiliki dia?

Jika Engkau yang memberi dia untuk aku cintai
mengapa dia tidak bisa mencintaiku juga?

Jika Engkau yang memberi dia untuk aku cintai
mengapa dia tak pernah aku temui?

Jika Engkau yang memberi dia untuk aku cintai
mengapa aku harus tersiksa lebih dari pada kelaparan tanpa makanan?

Jika Engkau yang memberi dia untuk aku cintai
mengapa dia harus menertawai perasaanku?

Jika Engkau yang memberi dia untuk aku cintai
mengapa dia hanya bisa berkata namun tak bisa bertindak

cinta adalah keindahan bagi yang memiliki
cinta adalah keburukan bagi yang tidak memiliki

Lab Zoologi Fmipa Unpatti
2:47 Feliks Savero Pattinama

Karena rasa adalah pemberian Tuhan



Karena rasa adalah pemberian Tuhan
rasa bukan keinginan manusia semata

Karena rasa datang tanpa ada yang tahu
dan pergi tanpa harus bertanya pula

semua orang punya rasa cinta
namun tak semua orang berhak memiliki cinta yang berasa itu

rasa akan pergi dan tinggal tergantung siapa yang ingin mengaturnya
jadilah nikmati saat masih merasa
dan saat untuk mengenang

Karena rasa tidak pernah berbohong
karena rasa mengatur apa yang harus berfikir
karena rasa mengatur apa yang harus dipandang
meskipun rasa adalah hal yang paling indah
namun rasa tetaplah rasa yang tak bisa dipahami

Feliks Savero Pattinama
8 desember 2014
Lab Zoologi

Rabu, 03 Desember 2014

Karena piano bukan wanita dan wanita bukan piano

Andaikata piano adalah seorang wanita, sudah kucintai dia sejak kanak-kanak hingga detik ini. tapi piano tetaplah piano. Piano bukan wanita. Dan wanita bukan piano. Aku memainkan piano untuk kesenangan dan kekecewaanku. Aku mencarinya untuk menutup segala lara dalam pura yang aku lalui. Demi piano aku taruhkan segala jiwa yang membayangi mimpiku terhadap masa depan. Piano adalah keindahan Tuhan dalam ketenangan music yang aku lentikan di setiap kekosongan waktu. Piano bukan wanita yang bisa marah. Piano bukan wanita yang egois. Piano bukan wanita yang bisa pergi kapan saja. piano bukan wanita yang tak berasa jika sedang dicintai. Piano bukan wanita yang tak berasa jika sedang dikejari. Karena piano bukan wanita dan wanita bukan piano. Piano tak punya rasa. Tapi dimaikan oleh manusia yang memiliki rasa.

Feliks Savero Pattinama

Selasa, 02 Desember 2014

Nirwana



      Nirwanaku seakan berubah setelah beberapa waktu lalu didatangkan lagi oleh suara yang tak ingin aku dengar. Pecundang seperti aku membanggakan sesaat lalu pudar bersama ketukan yang terhenti. Ingin rasanya meninggalkan memori lama dengan sempurna, tanpa mengingat dia yang selalu datang dalam kehidupanku. Sejujurnya saja, belum ada apa-apa yang terjadi antara aku dan dia selama kurun waktu yang mendimensi petaka hidupku ini. namun ini rasa yang diberi Tuhan untuk tetap taat mencintai dia. Karena mencintai itu sakit, jika tidak hidup bersama. Apapun alasanya jika kau tidak mendapatkan apa yang hatimu inginkan, maka ragumu untuk melanjutkan kedamaian hati tidak terbaca oleh siapapun juga. Ini dia wanita yang selalu mekar dihatiku, tanpa matahari menunjukan dimana dan apa yang sementara menimpannya di kota tempat tinggalnya. Masa kuliahku adalah taraf ke dua setelah masa sma mengenalnya jelas, tanpa resah perjalan di sekolah dasar. Sehancur-hancurnya muka, jika tidak menghancurkan hati maka tetap tidak berimbas pada masyarakat kali ciliwung. Ini mengenai hati yang mencintai namun ingin bertemu untuk mengusap ingus yang menonjol pada hidung yang terserang sinus. Bagaiamana jika harus mengejarnya seperti mengejar Si putri di sepanjang pagar kampus unpatti karena keperluan mengembalikan baju praktikum. Aku tak peduli. Bodoh amat. Amat tak sebodoh mamat yang pergi ke danau toba untuk mengeringkan baju tak bernoda. Prinsipku tetap sama. Sejak hari ini dan hari kemarin sesaat setelah bermain kelereng yang mememnuhkan debu di jari.

Feliks Savero Pattinama

tempat terbaik



Tempat ini adalah tempat yang terbaik saat ini. tempat untuk menukar pikiran dengan rasa. Menukar cincin dengan tangan, lalu bertunangan dan menikah. Ini tempat untuk menjadikan kuat dengan dahaga. Tempat untuk melihat seseorang dengan hati. Tempat untuk menenangkan pikiran karena banyak pikiran. Namun tempat bukanlah jaminan selain pertemuan yang tak diundang. Namun tempat akan selalu jadi kenangan. Tempat untuk mengatur setiap strategi dari kehidu dan pan alias kehidupan. jika tempat adalah alasan, maka temuilah dia di situ. Di tempat yang menjadikanmu memijak dan bertenggerkan budak keletihan.

Selamat mencari tempat yang terbaik untukmu.

Feliks Savero Pattinama

Antara aku dan kau ada sesuatu yang masih buta



Antara aku dan kau ada sesuatu yang masih buta
Aku mencintai dan kau merindukan
Aku merasa dan kau terdiam

Apakah nanti aku pantas memilikimu?
Apakah nanti kau pantas memilihku?
kehidupan kita jauh berbeda dengan apa yang kita dambakan…

kau terlalu jauh untuk dijangkau,
aku disini terlalu asing untuk dihibur…

lihat matahari hari ini, dan bicara padanya…
dimanakah dia yang aku cari selama ini

wajahnya telah berubah menjadi wajah seorang wanita dewasa
wajah polos dan lugu seorang anak sekolah dasar tak tampak lagi di benakku

Dia disana bersama yang lain
aku disini dengan yang lain pula

aku memainkan musik
dan kau mendengarkannya
aku menghibur harimu
dan kau menikmatinya

dimana rasa nyaman yang aku butuhkan?
dimana rasa rindu yang aku imipikan?

apakah bumi harus menelannya?
apakah langit harus menertawainya?

dimanakah kehidupan yang menyegarkan pernafasan ini?
aku seraya yang terlalu bergurau…

ini hanya mimpi yang bisa untuk terkabul
ini hanya mimpi yang tidak bisa untuk diimpikan lagi

Feliks Savero Pattinama

2 desember 2014 – Kamar bujangan

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...