Kamis, 06 Agustus 2015

Nanti kalau sudah tua, ingatlah masa lalu



            Dengarkan lagu hari ini, lagu yang berbicara tentang indahnya persahabatan. Saat dimana kita tertawa bersama, saat dimana kita bersedih bersama. Tanpamu sahabat, aku bukanlah selembar daun kelor yang dapat dijual di pasar sayur. namun aku bukanlah selembar daun kelor yang kalian pikir. Oooooooooooouuuuuuuoooooooooooo…. Kita sekarang sedang asik dengan dunia kita. Dunia yang tampaknya begitu menyenangkan, namun tidak menjanjikan. Namun kita harus beranjak dari satu titik ke bintik yang lain. Karena meskipun kita tidak bersama, persaan kita tetap utuh untuk saling mengenang.(mengenang para pahlawan yang telah gugur di medan perang).  
            Kadang pikiran ini memikirkan kalian, kadang juga tidak. Jadi kalian itu tidak penting-penting amat…..(hahahahahahaha)…. Aku tak sedang ingin mengaduk perasaan kalian. Namun sungguh aku rindu kalian. Makanya aku sempatkan waktu dan kesempatan untuk menulis tentang kalian. Nanti kalau sudah tua, tak bergigi dan berambut putih, bukalah album lama kalian. Yang kalian tempatkan di dalam hati. Di dasar pikiran, dan di kolom penglihatan. Nanti kalian akan temukan sahabat lama kalian. Sahabat yang adalah teman. Dan teman yang adalah sahabat kalian. Tapi hal itu bisa saja terjadi dengan instan seperti mie goreng rasa kaget, jika kalian punya daya ingat yang tepat. Karena biasanya di usia tua, seonggok manusia sulit memikirkan masa lalu, kecuali jumlah tunai uang pensiun yang akan di ambil. Sampai ketemu di lain kesempatan.
TUHAN YESUS selalu bersama kalian.(doaku setiap waktu)…

Feliks Savero Pattinama
13:22 WIT
Meja Kaca

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...