Pernakah kau meraskan putus cinta? Begitu
tiba-tiba hatimu datang pada hati yang lain, kemudian kau ditolak karena alasan
yang bisa kau terima ataupun tidak. Menderita sekali kau saat itu ! mungkin
karena kau telah mencintainya dengan dalam, ataukah kau telah mendapatkannya
dengan susah payah. Kulitmu tidak mentransferkan rangsangan, sehingga jantungmu
menghentikan tugasnya untuk memompa selama beberapa tahun. Bahkan kau tidak
tahu bahwa hari ini adalah apa. Saat hujan turun kau tidak gunakan jacket
ataupun payung, karena pikiranmu sedang mengembang dan kau tahu hari sedang
cerah sekali. Derita menjadi kebodohanmu !!! sesuatu yang takjub menjadi hal
yang biasa saja. Katakanlah kau seorang yang cerewet tiba-tiba berbisu kata,
hingga menghilang bersama suara kerianganmu. Apakah rasamu yang salah? Ataukah kau
yang tidak bersedia menyaksikan cintamu pergi secepat pergantian musim? Cinta yang
kau puja kini menjadi kebencian untuk mendendam. Jika Tuhan tidak memihak pada
cintamu, apakah kau berani menentang dengan keegoisanmu yang telah memuncak? Mungkin
putus adalah kesempatan untuk menemukan cinta baru, yang lebih atau tidak
sempurna… Dan berhentikanlah takdir yang bukan adalah hakmu.
Feliks Savero Pattinama
Feliks Savero Pattinama
