Sabtu, 13 September 2014

Pernakah kau meraskan putus cinta?

      Pernakah kau meraskan putus cinta? Begitu tiba-tiba hatimu datang pada hati yang lain, kemudian kau ditolak karena alasan yang bisa kau terima ataupun tidak. Menderita sekali kau saat itu ! mungkin karena kau telah mencintainya dengan dalam, ataukah kau telah mendapatkannya dengan susah payah. Kulitmu tidak mentransferkan rangsangan, sehingga jantungmu menghentikan tugasnya untuk memompa selama beberapa tahun. Bahkan kau tidak tahu bahwa hari ini adalah apa. Saat hujan turun kau tidak gunakan jacket ataupun payung, karena pikiranmu sedang mengembang dan kau tahu hari sedang cerah sekali. Derita menjadi kebodohanmu !!! sesuatu yang takjub menjadi hal yang biasa saja. Katakanlah kau seorang yang cerewet tiba-tiba berbisu kata, hingga menghilang bersama suara kerianganmu. Apakah rasamu yang salah? Ataukah kau yang tidak bersedia menyaksikan cintamu pergi secepat pergantian musim? Cinta yang kau puja kini menjadi kebencian untuk mendendam. Jika Tuhan tidak memihak pada cintamu, apakah kau berani menentang dengan keegoisanmu yang telah memuncak? Mungkin putus adalah kesempatan untuk menemukan cinta baru, yang lebih atau tidak sempurna… Dan berhentikanlah takdir yang bukan adalah hakmu.

Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...