Sabtu, 13 September 2014

Dari Feliks....Untuk Adinda tersayang



Sore itu perasaan hati menggelisahkanku untuk menulis tentang kesunyian di sekeliling perapian yang tidak terbakar.tanganku mulai menjamah sebuah pena, dan mengalirkannya seiring dengan suara dari pikiranku tentang seorang wanita bernama Adinda(nama samaran). Wanita yang lembut dan sopan tampak seperti bentuk abstrak dari awan gelap di setiap hari-hariku. Hatiku terbakar hangus, namun tidak binasa.serta merta ragaku mencair namun tidak ada tetesan air. Bagiku Adinda adalah sekuntum bunga yang tidak pernah berhenti tumbuh disertai keunggulannya menghasilkan madu (apakah Adinda adalah tumbuhan?) kebutuhannya adalah panggilanku dalam perang(mungkin adinda adalah polwan atau kowat). Adinda kuhampiri pada dua dunia, dunia mimpi dan dunia sadarku(mungkin adinda adalah setan). Adinda tidak mempersoalkan aku, dia ingin agar aku dan dia bisa menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Apakah Adinda adalah tulang rusuk yang terbuat dari tanah liat dan menjadi manusia dalam dagingku (Feliks,…STOP TIPU-TIPU)

Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...