Rabu, 10 September 2014

Hidupku ditempuh dengan keinginanku sepenuhnya



Hidupku ditempuh dengan keinginanku sepenuhnya.
kadang-kadang aku melalui jalan yang kubut sendiri.
tanpa kusadar ada tangan yang masih erat menggenggamku.
di ujung jurang aku jatuh,
berulang seperti itu.
Namun selalu Dia yang berkuasa melepaskanku.
            Entah apa keinginanku yang seutuhnya.
Entah apa yang nanti aku peroleh,
jika aku terlalu percaya pada prinsipku yang bodoh itu.
Darah merah ini tidak berguna, jika tidak berfungsi sesuai keinginan pencipta.
cahaya matahari tidak terasa panas bagi jiwa yang menjelma dalam kejanggalan hidup.
apapun itu, hanya TUHAN saja yang mampu menyadarkan aku.
            dan aku tahu yang istimewa bagiku, ketika TUHAN masih tetap bersamaku.
hatiku telah matang menuju ketempatNya, nanti.
            Kali ini aku merasa haus, dan hanya air hidup dari TUHAN yang mampu menyegarkan tenggorokan jiwaku. Pilu hatiku telah jauh berbohong, dilingkari keindahan sesaat. Tempat berteduh dan berlindung hanya pada TUHAN saja.

Feliks Savero Pattinama,…

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...