Siapakah wanita sebenarnya?
Apakah pendamping pria? Ataukah kekelaman dalam kehidupan? Ataukah kabut tebal
tanpa penglihatan?
Merasa begitu sakit sehingga harus mengungkapkannya dalam kata-kata ini?
Jika saja kau melihat dalam hariku dan menertawakan pengejaranku terhadapmu, maka kubiarkan itu menjadi milikmu saja. Kau begitu indah untuk kupandang, tapi tidak begitu indah jika dipandang oleh pace yaklep atau pace plakopius. Sebab keduanya memperebutkan mace mince. Aku pikir Tuhan menurunkanmu dari langit. Ternyata tidak, kau sudah ada dalam dirimu sejak lama, dan baru menemuiku pada waktu yang begitu ajaib. Aku begitu mengagumimu saat ini. Cukup saat ini saja, sebab aku ingin menjelaskan pada dirimu yang begitu suci, bahwa aku berlari tanpa mencari juara, tetapi mencarimu di garis finish yang belum dibuat oleh pelukis jalanan. Secara kasat mata kau sudah terlihat, namun secara kasat hati kau begitu jauh. Entah apa yang menjauhkanmu dari pria sepertiku, apakah kau tidak menyukaiku? Atau aku yang membodohimu. Perkiraanku salah, jika ingin terus mengejarmu. Karena kau bukan yang terbaik dari tujuanku mencuri hati wanita. Kau seperti adinda, mita, dan hesti lainnya diluar jalan sana. Yang tidak berpotensi menjadi keindahan seumur hidupku. Kau adalah bagian dari mimpi, bukan kehidupan nyata yang merasakan semua perjalanan. Dulu kau kucari, skarang kau dicuri. Bahkan aku terpaksa membiarkanmu dicuri oleh keinginanmu sendiri. Kau pertotonkan apa yang menjadi keinginanmu. Aku pria tidak bekerja saat ini, telah memanjakanmu dengan begitu mewah. Kau sendiri telah merasakannya ( padahal parlente ni). Aku akan menuai semua kata-kataku nanti, jika tujuanku salah. Sungguh jelas aku ingin bersamamu dan melakukan pekerjaan yang bisa kita lakukan secara bersama (Elek pata kapala). Misalnya aku merampok bank, dan kau yang ditahan dipenjara. Maaf aku belum serius,sehingga penulisan inipun ikut-ikutan menyembah sebuah kebohongan. Bukan menyembah tapi memilih sebuah kebohongan sesaat. Kau mau tahu, mengapa aku begitu agresif ingin memilikmu? Sebab mataku melihat mutiara yang harganya begitu mahal jika jatuh ke tangan pria lain. Kalau dalam kalimat romantis (rokok makan gratis) kau adalah kesempurnaan dalam dunia ini. Dunia yang merasa bahagia jika kau mendiaminya. Semoga kau membaca tulisan yang ku buat dalam blog ini. Feliks Savero Pattinama
Merasa begitu sakit sehingga harus mengungkapkannya dalam kata-kata ini?
Jika saja kau melihat dalam hariku dan menertawakan pengejaranku terhadapmu, maka kubiarkan itu menjadi milikmu saja. Kau begitu indah untuk kupandang, tapi tidak begitu indah jika dipandang oleh pace yaklep atau pace plakopius. Sebab keduanya memperebutkan mace mince. Aku pikir Tuhan menurunkanmu dari langit. Ternyata tidak, kau sudah ada dalam dirimu sejak lama, dan baru menemuiku pada waktu yang begitu ajaib. Aku begitu mengagumimu saat ini. Cukup saat ini saja, sebab aku ingin menjelaskan pada dirimu yang begitu suci, bahwa aku berlari tanpa mencari juara, tetapi mencarimu di garis finish yang belum dibuat oleh pelukis jalanan. Secara kasat mata kau sudah terlihat, namun secara kasat hati kau begitu jauh. Entah apa yang menjauhkanmu dari pria sepertiku, apakah kau tidak menyukaiku? Atau aku yang membodohimu. Perkiraanku salah, jika ingin terus mengejarmu. Karena kau bukan yang terbaik dari tujuanku mencuri hati wanita. Kau seperti adinda, mita, dan hesti lainnya diluar jalan sana. Yang tidak berpotensi menjadi keindahan seumur hidupku. Kau adalah bagian dari mimpi, bukan kehidupan nyata yang merasakan semua perjalanan. Dulu kau kucari, skarang kau dicuri. Bahkan aku terpaksa membiarkanmu dicuri oleh keinginanmu sendiri. Kau pertotonkan apa yang menjadi keinginanmu. Aku pria tidak bekerja saat ini, telah memanjakanmu dengan begitu mewah. Kau sendiri telah merasakannya ( padahal parlente ni). Aku akan menuai semua kata-kataku nanti, jika tujuanku salah. Sungguh jelas aku ingin bersamamu dan melakukan pekerjaan yang bisa kita lakukan secara bersama (Elek pata kapala). Misalnya aku merampok bank, dan kau yang ditahan dipenjara. Maaf aku belum serius,sehingga penulisan inipun ikut-ikutan menyembah sebuah kebohongan. Bukan menyembah tapi memilih sebuah kebohongan sesaat. Kau mau tahu, mengapa aku begitu agresif ingin memilikmu? Sebab mataku melihat mutiara yang harganya begitu mahal jika jatuh ke tangan pria lain. Kalau dalam kalimat romantis (rokok makan gratis) kau adalah kesempurnaan dalam dunia ini. Dunia yang merasa bahagia jika kau mendiaminya. Semoga kau membaca tulisan yang ku buat dalam blog ini. Feliks Savero Pattinama
