Jumat, 29 Agustus 2014

Untuk Cinta



Untuk cinta yang tidak pernah berbantah
dan yang tidak pernah hilang dari benak
mengalir seperti darah didalam tubuh,
hendak menawan namum dikekang.
            Pada suatu hari nanti, kalau tidak ada
yang melihat dengan cinta
dan mendapat tempat yang bernama keluarga.
Hitam rambut lama,
dan putih rambut bersama.
            meskipun belum, aku ingin bermimpi
dan menancapkan pisau di jantung
supaya sakit dan luka tidak berpengaruh lagi.
bahkan aku tidak akan rebah oleh keputusan bumi ini.
dan kau, kau perempuan
kau tidak mengerti saat ini apa arti dari tulisanku ini…

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...