Manusia
mencari tindakan untuk membela dirinya yang salah.
Untuk menutupi setiap kecurangan yang membuat luka.
Memanipulasi setiap bagian dari elemen bumi.
Bukan aksi laga sebuah film animasi avatar.
Hingga yang tidak berkuasa hanya mampu menyaksikan penderitaan.
Entah harus melakukan apa.
Karena kekakuan adalah pijakan kakinya setiap saat.
Jangan mencoba mengendalikan apa yang ada didalam tujuanmu.
bertindak dengan kejam, tanpa memikirkan banyak dampak dari kebodohan itu.
Mari sadarkan diri dengan berkata jujur, siapa yang mengambil peran penting
dalam kesalahan ini.
Kau bertindak sendiri, kau pikir tidak ada seorangpun yang sedang menyaksikan
tindakanmu itu.
padahal kau telah tahu semua hal. Kau diperlihatkan, diperdengarkan, dibentuk
dengan semua rasa.
bukankah kekotoran adalah niatmu saat ini? Ada yang merasa bersedih melihat
semua hal yang kau lakukan. Lalu ilustrasi dibuat untukmu mengenai sebuah
sangkar burung yang jatuh saat senapan buatan tangan manusia mengenainya.
Telur-telurnya hancur di tanah dengan begitu cepat. Semua mengarah pada kesalahan yang terjadi
secara berulang. Memutuskan untuk berhenti adalah mengejek musuh untuk
bertarung kembali. Saya
Feliks Savero Pattinama
Untuk menutupi setiap kecurangan yang membuat luka.
Memanipulasi setiap bagian dari elemen bumi.
Bukan aksi laga sebuah film animasi avatar.
Hingga yang tidak berkuasa hanya mampu menyaksikan penderitaan.
Entah harus melakukan apa.
Karena kekakuan adalah pijakan kakinya setiap saat.
Jangan mencoba mengendalikan apa yang ada didalam tujuanmu.
bertindak dengan kejam, tanpa memikirkan banyak dampak dari kebodohan itu.
Mari sadarkan diri dengan berkata jujur, siapa yang mengambil peran penting dalam kesalahan ini.
Kau bertindak sendiri, kau pikir tidak ada seorangpun yang sedang menyaksikan tindakanmu itu.
padahal kau telah tahu semua hal. Kau diperlihatkan, diperdengarkan, dibentuk dengan semua rasa.
bukankah kekotoran adalah niatmu saat ini? Ada yang merasa bersedih melihat semua hal yang kau lakukan. Lalu ilustrasi dibuat untukmu mengenai sebuah sangkar burung yang jatuh saat senapan buatan tangan manusia mengenainya. Telur-telurnya hancur di tanah dengan begitu cepat. Semua mengarah pada kesalahan yang terjadi secara berulang. Memutuskan untuk berhenti adalah mengejek musuh untuk bertarung kembali. Saya Feliks Savero Pattinama