Jumat, 15 Agustus 2014

Kali ini



Kali ini aku merasa ingin membenci seseorang yang dengan tulus melukai perasaan ini. Sebenarnya hal ini tidak bisa terjadi, namun ketika satu-satunya harapan telah diacuhkan bersama lagu yang berhenti bersuara ditelinga ini. Siapa yang ingin mencekik tenggorokan pujangga? Mengaum dan mencari mangsa? Berlari ke arah yang salah, dan mencoba mengendalikan waktu. Atau berharap pada angin yang hanya bisa menyegarkan sesaat dari peraduan hidup ini. Semua itu adalah bagian untuk mencoba pergi dari kumpulan memori yang telah ada didalam otak.  Cobalah berhenti untuk mengingat setiap masa lalu bersamamu. Perkebunan kopi, masih menjadi bayangan buram di hidupku. Maka bermimpilah  malam ini agar rindumu secara perlahan akan terkikis. Aku tidak ingin menyalahkannya. Aku hanya perlu mengontrolnya. Aku tidak ingin menjadi pecundang seperti hari-hari kemarin yang penuh dengan tinta berwarna tanpa tulisan. Atau aku tidak akan membiarkan hujan dengan sesuka hatinya membasahiku dari atas. Mencintai itu tidak cukup, tanpa merasa dipedulikan oleh cinta di sisi lain, seperti ruang tanpa atap. Aku ingin menemuimu sekali lagi. Saya Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...