Kali ini aku merasa ingin membenci seseorang yang dengan
tulus melukai perasaan ini. Sebenarnya hal ini tidak bisa terjadi, namun ketika
satu-satunya harapan telah diacuhkan bersama lagu yang berhenti bersuara
ditelinga ini. Siapa yang ingin mencekik tenggorokan pujangga? Mengaum dan
mencari mangsa? Berlari ke arah yang salah, dan mencoba mengendalikan waktu.
Atau berharap pada angin yang hanya bisa menyegarkan sesaat dari peraduan hidup
ini. Semua itu adalah bagian untuk mencoba pergi dari kumpulan memori yang
telah ada didalam otak. Cobalah berhenti
untuk mengingat setiap masa lalu bersamamu. Perkebunan kopi, masih menjadi
bayangan buram di hidupku. Maka bermimpilah
malam ini agar rindumu secara perlahan akan terkikis. Aku tidak ingin
menyalahkannya. Aku hanya perlu mengontrolnya. Aku tidak ingin menjadi
pecundang seperti hari-hari kemarin yang penuh dengan tinta berwarna tanpa
tulisan. Atau aku tidak akan membiarkan hujan dengan sesuka hatinya membasahiku
dari atas. Mencintai itu tidak cukup, tanpa merasa dipedulikan oleh cinta di
sisi lain, seperti ruang tanpa atap. Aku ingin menemuimu sekali lagi. Saya
Feliks Savero Pattinama
Jumat, 15 Agustus 2014
Hari Selanjutnya
Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...
-
Inagurasi bio'fun 2010 Tahukah anda apa yang disebut dengan adik tingkat (adik senior)??? Jika anda berfikir bahwa adik tingk...
-
Selamat menikmati keindahan Negeri Oma (Leparissa Leamahu). Anda suka jalan-jalan? foto-foto? Renang? dll? Negeri Oma bisa jadi salah satu o...
-
Demikian teman, kuajarkan kau untuk mengerti sedikit saja. Tidak perlu kau melakukannya, yang penting kau pernah membacanya. Entah na...