Sabtu, 25 November 2017

Sawahlunto

Sawahlunto kota kecil. Sawahlunto kota tua. Sawahlunto membuka pintu, dan pemuda datang dalam suka dan cita. Aroma tenda dan nasi kotak. Warna pentas seni dan lautan kemewahan karya setiap tangan lihai. Bersandar pada kelelahan, tapi pagi menjemput dengan semangat senam poco-poco. Sabang hingga merauke membuat jejak baru diatas dataran batu bara. Sedikit mengingat kenangan, ada si nona aceh bercerita dalam senyum di pesta hasta karya. Bubur manado merayu petugas kepolisian dan terak-teriak obral barang dagangan. Sedikit saja waktu datang, dan ia membungkus hari-hari dalam tangis perpisahan. Semoga Indonesia dan kekayaanya tidak memudar. Tertanda tulisan pendek si perindu masa 15-21 nov 2017.

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...