Senin, 02 Januari 2017

Aku menunggu

Aku menunggu...
Aku menunggu sepanjang hari.
Karena malam dan benci adalah satu. Karena pagi dan pengharapan adalah dua.
Aku menunggu...
Disepanjang jalan dan bertanya ; aku terkubur oleh sepi.
Aku menunggu...
Seluruh perasaan, aku peras dalam bakul penghianatan.
Aku menunggu...
Aku menunggu bersama petani dan tanah kering.
Aku menunggu...
Aku jadi teman pelaut dan ombak.
Sehabis musim, lalu hujan.
Sehabis panas, lalu kehausan.
Aku menunggu...

Padahal, padahal saja akhir dari penungguanku adalah menjadi gila.

Padahal, padahal saja kamu tak memandangi ketelanjanganku yang sudah ditutupi oleh kecemburuan Tuhan.

Aku menunggu...

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...