Minggu, 16 November 2014

Nama binatang digunakan untuk memanggil nama manusia (kesalahan besar)



       Hallo para pembaca, izinkanlah ku kecup keningmu, bukan hanya ada di dalam angan, esok pagi kau buka jendela, kan kau dapati seikat kembang merah (Cuma lirik lagu - Ebbit.G)… izinkanlah penulis untuk memperkenalkan beberapa nama samaran atau nama panggilan manusia bumi, yang kini telah merajalela ke semua jenis umur. Untuk tidak membuang-buang waktu ke tempat sampah, marilah kita mulai saja artikel panjang yang berbuntut fakta sebagai berikut. Nama panggilan dan nama samaran ini, telah menjadi ngetern alias ngetop di kalangan para remaja pucuk yang masih bangun di pagi hari dengan bantuan orang lain. Nama tersebut adalah nama seeokor atau sebuah atau sebakol, atau secuil binatang melata-meliti yang mampu memakan apa saja dalam tempo yang selambat-lambatnya jika mereka merasa lapar(catat). mari saya perkenalkan nama-nama yang sudah saya jelaskan ciri-cirinya pada bagian latar belakang saya diatas (ngeri, Feliks)…
                Nama pertama didominasi oleh nama “Anjing”, oleh sebab Anjing memiliki huruf awal A, yang berarti Satu (Sctv… satu untuk semua). Selanjutnya, “Babi”, selanjutnya lagi “Kambing”, dan yang terakhir adalah “Sapi”… Jika ada nama tambahan dari yang telah saya paparkan di atas oven dengan suhu 100c,  segera kirimkan surat kepada saya dengan alamat… (Jalan rusak sekali, nomor : sudah tidak aktif, kecamatan : sudah pindah, dan kelurahan : belum diberi nama). Saya tidak ingin  menjelaskan dengan detail arti dari nama-nama ideal tersebut, namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi (Cuma lirik lagu - Kerispatih). Namun saya, hanya ingin memberi informasi bahwa kini beberapa jenis manusia di bumi telah mengganti nama mereka dengan nama binatang. Dan ini merupakan bukti, bahwa manusia telah percaya ; manusia memiliki kehidupan dan kepercayaan seperti binatang… Manusia bisa menggonggong, memakan sampah, memakan rumput, menggigit, meraung, dan lain-lain sesuai dengan panggilan yang mereka tanamkan kepada generasi yang tidak tahu menahu, dan tempe menempe apa-apa. Ketika anda lahir dari peraduan SEORANG IBU bernama Sinto Geni, alias sinto-sinto gila (Cuma lirik lagu- Wiro Sableng). Anda di beri nama yang begitu indah laksana laksa dan mie yang terbang tinggi di udara, dan jatuh ke bawah karena kesalahan anda sendiri. Anda disanjung dan di hargai, di ciumi, dan di kasihi sejak lahir karena sebuah nama. Kemudian datanglah sekumpulan orang yang kemudian merusak nama anda yang begitu istimewa, istimewa kata Abdur Stand up Comedi. Apakah tidak merasa berdosa nistakah anda dipanggil atau memanggil seseorang dengan sebutan seperti itu? sukakah anda dengan nama itu? apakah anda adalah seekor binatang? Apakah anda lahir di kandang? Dipelihara oleh induk binatang? Tentu tidak, bukan !!!!!!! Sudakah anda sadar bahwa derajat manusia adalah derajat yang tertinggi sejak saat ini, hingga masa penciptaan di taman eden? Sejarah itu berlangsung seterusnya dan selamanya bagi kita sebagai manusia.
Dan itu kodrat Ilahi!!!(Tegas)
                Mengapa anda begitu jahat dengan memberi nama baru bagi manusia, tanpa sebab dan alasan? Tanpa sebab akibat? Meskipun mereka jahat, bisakah hanya memanggil nama saja? nama yang mereka anut sejak lahir. Akankah semua kan terulang, kisah cintaku yang seperti dulu(Cuma lirik lagu-Chrisye, yang dipopulerkan Oleh Ariel) Akankah panggilan itu harus berlanjut di hari esok lagi, sebagai suatu kecurangan pada bibir durjana, sementara jendela kamar telah terbuka menunjuk matahari mejemput ufuk?(sok puitis) lihat ciri-ciri teman anda dulu baru menyebutkannya. Jangan asal memanggil saja. Analisa dan analisis, serta lakukanlah penelitian yang benar, baru beri nama samaran tersebut.(jangan lakukan adegan tersebut, adegan tersebut hanya dilakukan oleh orang-orang professional)…

saya berharap sebuah nama itu menjadi arti yang baik.
 
Anda manusia!!! hargai nama anda!!!

Manusia dengan nama, dan hidup bersama binatang yang berwarna…

jangan ambil nama mereka…

Feliks Savero Pattinama



Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...