Hanya
demi kehidupan manusia memberanikan diri untuk menginjak bumi. Hanya demi
kehidupan manusia harus dapat melihat dengan mata dan perasaan yang sudah
disiapkannya dari masa kanak-kanak. Manusia bergegas memancarkan atau membuat
pancaran bersama demi menyentuh sosial manusia lain. Keagungan yang dinikmati
manusia adalah misteri yang tidak dapat dipertahankan. Sejenak manusia tertawa,
sejenak pula dapat digantikan dengan tangisan yang mendalam. Lalu manusia yang
dulunya terlena dengan keindahan, kini tidak sanggup untuk berbisik ke telinga
surya. Manusia tidak paham apa yang terjadi di bawah semesta raya ini. seperti
pendaki tersesat dan hilang di pegunungan yang penuh rahasia. Dengan melewati
hari yang penuh sesak, maka arti kehidupan dapat dipahami semisal yang telah
ditakuti. Ini bukan karena buah pohon
terlarang yang dinikmati oleh adam dan hawa. Ini bukan karena sebuah kesalahan
yang berdampak untuk generasi selanjutnya. Namun ini mengenai hari esok yang
masih menjadi misteri dan rahasia bagi manusia. Dimana kami hanya memerlukan
derap langkah untuk memasukinya…
Feliks Savero Pattinama…
Feliks Savero Pattinama…
