Jumat, 17 Oktober 2014

manusia dan hari esok



      Hanya demi kehidupan manusia memberanikan diri untuk menginjak bumi. Hanya demi kehidupan manusia harus dapat melihat dengan mata dan perasaan yang sudah disiapkannya dari masa kanak-kanak. Manusia bergegas memancarkan atau membuat pancaran bersama demi menyentuh sosial manusia lain. Keagungan yang dinikmati manusia adalah misteri yang tidak dapat dipertahankan. Sejenak manusia tertawa, sejenak pula dapat digantikan dengan tangisan yang mendalam. Lalu manusia yang dulunya terlena dengan keindahan, kini tidak sanggup untuk berbisik ke telinga surya. Manusia tidak paham apa yang terjadi di bawah semesta raya ini. seperti pendaki tersesat dan hilang di pegunungan yang penuh rahasia. Dengan melewati hari yang penuh sesak, maka arti kehidupan dapat dipahami semisal yang telah ditakuti.  Ini bukan karena buah pohon terlarang yang dinikmati oleh adam dan hawa. Ini bukan karena sebuah kesalahan yang berdampak untuk generasi selanjutnya. Namun ini mengenai hari esok yang masih menjadi misteri dan rahasia bagi manusia. Dimana kami hanya memerlukan derap langkah untuk memasukinya…

Feliks Savero Pattinama…

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...