Senin, 01 September 2014

Music dan Piano






            Music adalah suatu keindahan yang diciptakan TUHAN, dengan tujuan untuk memuliakan namaNya. Music adalah warna paling bernilai dan berharga dari sekian banyak warna yang ada.Music adalah kenyataan yang telah diterima oleh semua orang. Music adalah obat penenang  tanpa harus diminum. Music adalah isyarat  dengan menggunakan nada dan kata-kata . Dalam Ilmu biologi, music adalah oksigen yang berperan penting bagi kehidupan manusia. Dalam ilmu matematika music adalah analisa untuk melakukan perhitungan dengan cepat dan tepat. Dalam ilmu fisika music adalah hukum kekekalan. Seperti ini kira-kira bunyinya ; Music dapat diciptakan tapi tidak dapat di musnahkan, music dapat diatur dari satu nada ke nada yang lain sesuai cara memainkannya. Selanjutnya music dalam ilmu kimia adalah senyawa yang mengatur interaksi didalam sel. Sekian  tentang music menurut ilmu pengetahuan. Kini berlanjut pada alat yang menghasilkan music tersebut.
            Kali ini saya akan bercerita mengenai alat music bernama piano. Mungkin anda sudah tahu defenisinya yang sebenarnya, namun saya akan menjelaskan sesuai pemikiran saya. Piano terdiri dari 2 bagian utama, bagian hitam yang menghasilkan nada C# hingga B#, sebaliknya bagian putih yang menghasilkan nada C hingga B. Keduanya adalah kesatuan yang mengeluarkan setiap nada terbaik hingga zaman ini. hasil dari kedua bagian penting itu telah menjadi lagu di negerimu dan negeri orang. Entah sudah berapa banyak lagu yang telah diciptakan,namun hal tersebut tidak akan pernah berhenti menjadi mimpi. Mimpi setiap manusia yang mencintai dengan menjadikannya penghibur bagi dunia ini.
            Tanyakan kepada saya, apakah music dan piano itu penting ataukah tidak? Tanyakan lagi seberapa besar dan seberapa berpengaruh keduanya bagi saya?
            Ketika saya berumur 9 tahun, saya telah diperkenalkan tentang sebuah alat yang berbentuk persegi yang mampu menghasilkan nada-nada indah. Guru saya adalah paman saya sendiri. Begitu sederhana namun  keras pengajaran yang dia berikan saat itu. untuk waktu yang lama saya hanya bermain piano saja, tanpa membangun rasa sayangku terhadap benda ini. saatnya tiba bagi saya untuk mengerti apa arti dari menyayangi yang sebenarnya. Dan ini saya rasakan terhadap alat music yang telah bertahun-tahun lamanya menjadi kawan di rumah, dan diberbagai tempat. Jika saat ini saya meninggalkannya atau dia yang meninggalkan saya, siapa lagi yang akan menjadi kawan saya? yang membantu saya menghasilkan nada sesuai keinginan hati dan pikiran? Piano seperti diriku sendiri. Dia adalah aku dalam media yang berbeda....

Feliks Savero Pattinama

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...