Setiap hari kami selalu bersama,
apakah ada masalah ataukah tidak kami tersenyum dan bergembira. Layaknya induk
ayam bersama anak-anaknya, demikian kami beriringan seperti melodi dalam lagu
kehidupan. Kelihatan sekali bahwa kami adalah kecerahan di setiap suasana yang
mencekam. Kami tidak ingin bernaung dibawah
kekangan ketakutan tentang hari esok. Di bawah pohon yang rindang
bernama kelucuan dan kejenakaan, kami keluarkan satu per satu, hingga kami
sadar bahwa kami memiliki keunikan sesuai dengan gen yang ditentukan. Kebiasaan kami
para pria, selain membuat kelucuan yaitu menggoda para wanita yang melintas
seperti jatuhnya komet ke bumi. Setiap wanita yang berpangkat cantik, anggun,
dan menawan, kami namakan dia hesti. Apakah dia bernama hesti ataukah tidak,
bukan tawaran buruk bagi kami. Ratusan hari telah kami lalui bersama, dan sudah
sekian banyak hesti yang kami sapa dalam godaaan yang menggelikan.Entah
berapapun usianya, betisnya sebesar momar ataukah cakalang, pinggulnya se-kilo ataukah
juga puluhan kilo, jika dia adalah kategori hesti, maka kami beramai-ramai
memanggil hesti, hesti,,,
sekian dulu tentang hesti, semoga hesti tidak membacanya,,,
Feliks Savero Pattinama
sekian dulu tentang hesti, semoga hesti tidak membacanya,,,
Feliks Savero Pattinama