Jumat, 15 Agustus 2014

Keputusan



Ambilah keputusan sebelum hari menjadi gelap. Tutup matamu dan jangan ingat lagi. Tolaklah perlu yang kau dapati. Jangan mau ditahan oleh permintaan  yang merantai. Apakah bedanya bahaya diluar dengan ketakutan didalam dirimu. Apa pula bedanya bom didepan dengan kekeringan hatimu selama bertahun-tahun? Jadilah lelaki yang punya cerita terbaik meskipun didalam pelarian banyak hal telah menjatuhkanmu. Jangan lupakan putaran waktu pagi, siang, sore, dan malam yang mengatakan bahwa dirimu suka pergi kedalam laut dan persembunyian pikiran, tertutup tembok tanpa padang pasir yang panas. Kau harus pastikan bahwa apa yang kau putuskan itu keluar dari isi hatimu sendiri, tanpa mendengar kata-kata manusia pendaki bumi lainnya. Jangan lari pada pemikiran yang terombang-ambing sebab tidak akan ada pelabuhan yang ingin menerima kapalmu. Jangan setujui setiap penyelipan kata-kata manis, yang setiap masa tetap dengan tujuan yang sama. Larilah dengan begitu cepat. Jangan beri tumpangan sebelum mencapai pulau yang kau tujui. Pandanganmu harus terarah, agar kau tenang menghadapinya. Jika kau telah tiba, jangan merasa terlalu pandai. Suara itu masih tetap ada, dan terlalu sia-sia jika kau tidak berdoa. Saya Feliks Savero Pattinama 

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...