Ambilah keputusan sebelum hari menjadi gelap. Tutup matamu
dan jangan ingat lagi. Tolaklah perlu yang kau dapati. Jangan mau ditahan oleh
permintaan yang merantai. Apakah bedanya
bahaya diluar dengan ketakutan didalam dirimu. Apa pula bedanya bom didepan
dengan kekeringan hatimu selama bertahun-tahun? Jadilah lelaki yang punya
cerita terbaik meskipun didalam pelarian banyak hal telah menjatuhkanmu. Jangan
lupakan putaran waktu pagi, siang, sore, dan malam yang mengatakan bahwa dirimu
suka pergi kedalam laut dan persembunyian pikiran, tertutup tembok tanpa padang
pasir yang panas. Kau harus pastikan bahwa apa yang kau putuskan itu keluar
dari isi hatimu sendiri, tanpa mendengar kata-kata manusia pendaki bumi
lainnya. Jangan lari pada pemikiran yang terombang-ambing sebab tidak akan ada
pelabuhan yang ingin menerima kapalmu. Jangan setujui setiap penyelipan
kata-kata manis, yang setiap masa tetap dengan tujuan yang sama. Larilah dengan
begitu cepat. Jangan beri tumpangan sebelum mencapai pulau yang kau tujui.
Pandanganmu harus terarah, agar kau tenang menghadapinya. Jika kau telah tiba,
jangan merasa terlalu pandai. Suara itu masih tetap ada, dan terlalu sia-sia
jika kau tidak berdoa. Saya Feliks Savero Pattinama
Jumat, 15 Agustus 2014
Hari Selanjutnya
Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...
-
Inagurasi bio'fun 2010 Tahukah anda apa yang disebut dengan adik tingkat (adik senior)??? Jika anda berfikir bahwa adik tingk...
-
Selamat menikmati keindahan Negeri Oma (Leparissa Leamahu). Anda suka jalan-jalan? foto-foto? Renang? dll? Negeri Oma bisa jadi salah satu o...
-
Demikian teman, kuajarkan kau untuk mengerti sedikit saja. Tidak perlu kau melakukannya, yang penting kau pernah membacanya. Entah na...