Kamis, 14 Agustus 2014

Lama

Di saat itu terlintas dalam pikiran saya untuk tidak melanjutkan lagi apa yang menjadi mimpi dalam setiap tidur. percuma saja bertahan didalam tekanan, jika tidak ada hadiah yang disediakan. Mungkin kau yang membaca akan mengerti, sebab kau selalu bersama saya. Tapi kali ini konyol, sebab tangan menuliskan apa yang ada didalam pikiran dan potensinya terlalu besar untuk menghindar. Akses terlalu cepat untuk dihentikan. Kecurangan menjadi kekuatan bagi yang memilih. Lalu apa arti semua kata-kata ini?

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...