Kamis, 28 Juli 2016

Hukuman Cinta

Mengapa hukuman cinta harus datang kepadaku?
Padahal kamu hanya tinggal berkata jujur.
Mengapa hukuman cinta harus datang kepadaku?
Padahal kamu hanya tinggal mengatakan kebenaran.
Mengapa hukuman cinta harus datang kepadaku?
Padahal kamu hanya tinggal mengungkap fakta.
Mengapa hukuman cinta harus datang kepadaku?
Padahal kamu masih ingin bersandiwara..

Lantas siapa yang harus kutangisi kembali? Kau? Ataukah Cinta?

Mengapa menista dengan tatapan?
Mengapa menista dengan senyuman?
Mengapa menista dengan tawa?

Sehingga hukuman cinta harus kudapat...

Maka aku harus memutuskan untuk tidak tenggelam dalam lautan asmara yang begitu luas dan mengerikan...

Feliks Savero Pattinama

Rabu, 27 Juli 2016

Beri aku waktu

Beri aku waktu untuk dapat mencintaimu...
Beri aku waktu untuk dapat menghargaimu...
Beri aku waktu untuk dapat tertawa denganmu...
Beri aku waktu untuk dapat memaafkanmu...
Beri aku waktu untuk dapat melepaskanmu...
Beri aku waktu untuk dapat mengampunimu...
Beri aku waktu...
Beri aku waktu...
Sungguh aku cinta ; namun tidak pernah mengungkap...
Sungguh aku cinta ; namun kamu memilih yang lain...
Sungguh aku cinta ; namun aku egois...
Sungguh aku cinta ; namun kamu egois...
Maka beri aku waktu...
Beri aku waktu...
Feliks Savero Pattinama

Aku harus bertanya

Aku...
Ini Aku Tuhan...
Seorang pria...
Seorang muda...
Aku harus bertanya kepadaMu...
Karena Engkau mengenal aku, dan Engkau merancang aku bersama bumi ini. Sebab Engkau yang membangun tulang bersama dagingku, lalu Engkau hembuskan nafasMu kepadaku. Aku hidup. Aku bertumbuh. Aku jalani hidupku hingga detik ini. Engkaulah yang paling mengerti siapa aku. Bagaimanakah hari esok? Bagaimanakah masa yang akan datang? Sesungguhnya aku tidaklah tahu. Lebih baik aku meminta kepadaMu, daripada diam tanpa meminta. Lebih baik aku berbicara kepadaMu, daripada mendongeng ditelinga manusia. Kaulah harapan di saat semua orang meninggalkan aku. Kaulah penolongku disaat semua orang melupakan aku...

Untuk itu aku goreskan kata-kataku di ujung pena ini...

Feliks Savero Pattinama
27 April 2016
15:30 WIT

Catatan Kesuksesan untuk sahabat

Bangku-bangku kuliah yang dulunya penuh kini semakin berkurang. Semakin kosong dan akan sangat berdebu nantinya. Kebersamaan ini menjadi lebih berkurang. Semua karena kisah persahabatan yang berlabuh di kampus sudah menuju pada kenangan saja. Tersenyum, dan berhembus syukur perlahan-lahan. Tapak kaki masing-masing sepatu seketika lenyap karena perpindahan jenjang. Pintu masuk tidak ada lagi...inilah pintu keluar. Pintu ditendang. Bruukk,, bruuk, bruuk...Bebas; bebas dan terlepas. Pintu kehormatan yang ditandai perpindahan tali penentu akan ada bagi kalian di hari esok ; 21 April 2016.
Para penumpang Bio'fun:) sudah naik ke perahu lain. Anak-Anak muda yang hebat, dan bermental keras sudah tidak bermimpi lebih lama lagi.  Mimpi mereka telah dikabulkan Tuhan. Ingatlah selalu akan masa senang, dan masa susah yang pernah dijalani.
Dimanakah kalian nantinya lagi?
saya tidak akan tahu.
Dan saya bangga kepada kalian : Evi Fatimah,  Edvin louhenapessy, Farid Sukuora, Ivonila Kaluela, Juned Tahya, Nency Sitaniapessy, dan Ramly Patilouw...
yang lain, tetaplah melaju...
Ada hari lain yang sudah menanti...
Feliks Savero Pattinama

Adinda

Surat pertama Feliks,
untuk Dinda Hayati diatas birunya laut lepas.
#Latihan bertutur sastra
30 Oktober 2015
KM.G.D
09:02 WIT

Dengan semangat aku menuju lautmu...
Dengan panas berkibar aku pergi ke daratmu...
Sudah lama aku ingin menatap sepasang bola mata yang kelihatan samar di dalam lukisan yang aku buat. Lukisan tanpa garis dan warna dari tangan pemuda bungsu. Bukan sepasang bola mata yang aku taksir karena kecantikan. Atau bahkan paras tubuh yang sekedar dipuji bibir tak bertulang.
Ini karena jiwanya merindukan aku. Ini karena langkahku telah dipenjara bertahun lamanya. Berjuta hari aku harap dalam cahaya yang hampir padam. Tapi semua akan membuat sirna dahaga, saat tanganku menyentuh tangannya, mendekap getar jantung lunaknya, dan berucap kecintaan di telinga sepinya.
Siapa wanita yang begitu aku kasihi selagi muda ini? Kenapa dapat bermuara aman di dalam alir hidupku? Mengapa berani mengandung rasa lebih dari milyaran jam?

Wanita

Hallo langit kosong 27 November 2015 ; Aku ingin berteriak kepadamu, tentang gadis-gadis cantik di muka bumi ini... Gadis-gadis yang pernah dititip tanpa alasan yang beralasan. Gadis-gadis dilembah pengharan jiwa sang pemimpi diluar batas mimpi. Tentang gadis-gadis itu ; gadis berambut panjang, gadis tak berambut panjang. gadis berambut lurus, gadis tak berambut lurus.gadis berbadan langsing, gadis berbadan tak langsing. gadis berkacamata, gadis tak berkacamata.Gadis bermata sipit, gadis bermata besar. Gadis yang mencariku, gadis yang dicuriku. gadis yang kuhargai, gadis yang menghargaiku. Gadis yang mencintaiku, gadis yang dicintaiku. Gadis yang mengenal keluargaku, gadis yang memperkenalkan keluarganya. gadis yang pernah berpacaran, gadis yang belum berpacaran. Gadis yang merasa terhormat, gadis yang merasa sejajar. Gadis yang berwatak keras, gadis berwatak lunak. Gadis yang berpura-pura, gadis yang punya keseriusan. Gadis yang menaruh perhatian, gadis yang mengabaikan perhatian. Gadis yang lucu, gadis yang belum melucu. Gadis yang menyimpan rasa, gadis yang mengumbar rasa. Gadis yang memainkan mata, gadis yang takut memainkan mata. Gadis yang berjumpa lewat kenyataan, gadis yang berjumpa lewat khayalan. Gadis yang terlalu memilih, gadis yang berani mengambil resiko. GADIS YANG TAKUT AKAN TUHAN, gadis yang masih menggila di dalam dunia. Jadi siapa gadis itu ?
Ku kira Tuhan akan memberi yang terbaik 󾌲

Feliks Savero Pattinama

Wisudawan Bio'Fun 2010

3 ranting jarum jam terus aktif bergerak (tik...tik...tik), dan 24 jam dari sekarang adalah tanggal 17 Desember 2015. Masih 1 sinar matahari : Masih 1 sinar bulan berkawan bintang lagi. Di hari itu ; hari esok yang cerah dan penuh sukacita, 22 anak manusia (Bio'fun 2010) akan menerima hasil dan jabatan baru dari jerih juang mereka selama ini. Angin sesak, kini mendahaga. Jiwa lelah, kini tersurut kepuasan raga. Cemas dan putus asa kini hilang bagai aksi sulap sang magician. Di hari itu, hari Esok ; kalian akan duduk manis seperti bunga mawar dan pohon apel, diantara tunas dewasa lainnya. Satu jenis pakaian kalian kenakan. Ada Pak Toga, Ibu Topi, anak-anak kain kotak yang penuh warna identitas dan piagam penghormatan jadi satu atribut untuk pesta kemenangan. Ingin rasanya meloncat setinggi-tingginya, karena kegirangan. Ingin rasanya menyelam sedalam-dalamnya, karena roh di penuhi sorak-sorai. Ini semua karena TUHAN. Semua karena DIA. sembahlah, pujilah DIA.

Dan kemudian di ruang itu,  nama kalian akan di panggil satu demi satu. Kalian melangkah perlahan di atas panggung penghormatan. Kalian mulai berdiri di depan orang-orang terhormat. Kalian mulai berjabat tangan dengan para pengajar yang cerdas dan bijaksana ; lalu diserahkanlah satu map dan satu buku keanangan. Dan kalian tidak akan melupakan satu moment indah ini ; dimana kalian menunduk sejenak dengan rasa bangga, dan dengan rasa syukur, lalu tali penentu dipindahkan untuk meng-SAH-kan siapa, dan apa gelar kalian. Tali dengan tugas yang sama juga memberi nama lain bagi kalian, yaitu Alumni atau bukan mahasiswa lagi.

Saya Feliks Savero Pattinama ; berucap selamat wisuda dari jauh untuk kalian. 2 tangan kurus saya tak mampu merangkul luapan kesenangan kalian. 1 Pasang mata sayu saya sangat berjarak untuk menatap sedikit sedih dan banyak kebahagiaan di mata kalian. Namun doa sederhana tak pernah lupa diucapkan bagi kalian dan bagi the next wisudawan Bio'fun 2010 selanjutnya...

Saya sedih, saya bahagia...
I Love You All

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...