Kamis, 21 Juni 2018

Macam-macam teman

Teman dibedakan menjadi beberapa tipe, diantaranya ;

1. Teman sejenis kelamin
2. Teman beda jenis kelamin
3. Teman karena kebutuhan
4. Teman tanpa kebutuhan
5.  Teman baik
6.  Teman lama
7.  Teman yang nantinya jadi musuh
8.  Teman yang disukai
9.  Teman sebagai tempat curhat
10. Teman dengan hobi yang sama

Tips bermain musik

Bermain musik itu tidak sulit, tapi meningkatkan kualitas musik di level lebih tinggi itu sulit.

Ada beberapa tips yang bisa saya bagikan untuk dapat bermain musik ;

1.  Harus ada niat yang kuat
2.  sebaiknya ada alat musik sendiri
3.  Dengarkan lagu yang ingin dimainkan.
4. Cobalah bermain tanpa mendengarkan
5. Jangan lupa berdoa.

Tips mengejar wanita

Bagi kalian kaum pria yang suka dengan wanita, saya ucapkan selamat atas keadaan normal kalian, beberapa diataranya telah menjadi tertawaan dunia. Bagi kalian yang punya niat ingin mendapatkan cinta wanita, selamat berjuang dengan tips dari saya. Lewat pertanyaan teman yang sederhana, saya ingin membagikan tips kepada kalian untuk mendapatkan wanita dengan baik dan benar.

Tips ini saya anggap sebagai tips yang umum, mudah dimakan dan bisa dicerna.

1. Jangan dekati wanita dengan tujuan ingin berpacaran, mulailah dengan menjadi teman.
2. Usahkan mengerti apa yang dia sukai.
3. Jangan jadi romantis yang berlebihan, sesekali saja biar dia menjadi penasaran.
4. Tanyakan kabar orang tuanya, tanyakan keberadaan keluarganya.
5. Jangan buat janji yang nantinya tidak ditepati.
6. Usahakan mengerti masalah yang sedang dia hadapi, dan berikan motivasi.
7. Jadilah pria yang baik, dengan tidak mengeluarkan cacian/kata-kata kasar.
8. Ajak dia untuk mengenal kebaikan Tuhan
9. Buatlah dia tertawa
10. Doakan dia

Jika pada akhirnya dia tidak tertarik denganmu, dan hanya menganggapmu sebagai teman maka hanya ada dua pilihan, tetap mengejar atau beralih pada orang lain.

Rabu, 20 Juni 2018

Dalam diam

Hampir sebulan lalu saya dan rekan-rekan melakukan aksi kebaikan yang murni berasal dari
keprihatinan kepada orang-orang yang membutuhkan. Kami bergerak dengan cara diam, dan dalam
kediaman itu kami melakukan apa yang Tuhan ajarkan. Dalam perbincangan setelah selesai ibadah,
gagasan yang diucapkan oleh Kaka Ria menjadi ajakan yang serius untuk ditanggapi, manakala uang-
uang yang biasanya dipakai sesuka hati, kini bisa menjadi berkat bagi saudara-saudari yang hidupnya
tidak bahagia. Ini adalah grup baru, grup yang bergerak dengan mengumpulkan uang pribadi dan
kemudian dipakai untuk membelanjakan sembako (barang konsumsi perut), lalu diserahkan kepada
mereka yang akan kami tolong.
Anggota kelompok kami adalah sebagai berikut, Kaka Ria (penggagas), Kaka Ipi (Pacarnya
Penggagas), Ayu, Ances, Inggrid, Debi, Ando, Salomo (Bukan anak dari Raja Daud), Kaka Taufik, dan saya
(nama tidak disebutkan). Kami mencari waktu yang tepat dan mulai membelanjakan sembako sesuai
dengan uang yang telah dikumpulkan, lalu membuatnya dalam beberapa paket : satu orang per satu
paket. Setelah semua paket selesai dikerjakan, mulailah kami bergerak dan mengintari kota untuk
menemukan target yang telah kami perbincangkan sebelumnya. Dalam target kami yang pertama,
tukang becaklah yang menjadi keprihatinan untuk kami tolong. Diantara banyaknya pengayuh becak,
ada pengayuh becak yang usianya sangat memperihatinkan, tetapi memiliki semangat yang besar untuk
tetap bekerja. Inilah yang kami sebutkan dengan target utama. Menemukan mereka memang tidaklah
mudah, namun nurani kebaikan akan menuntun kami kepada target yang diharapkan. Malam yang
dingin, tanpa matahari dan cahaya yang mengkilau membuat kami semakin sulit menemukan mereka, tapi Tuhanlah
yang memberi petunjuk itu. Syukur kami yang besar bahwa, kami dapat berbagi walaupun tidak banyak.
Ini bukan bahan konsumsi publik yang harus disebarkan, mengingat kebaikan itu harus terjadi dalam
mulut yang rapat, dan bahu yang direndahkan. Senang sekali ketika pemuda-pemudi di era modern ini
masih mengarahkan pandangan bagi yang berkesusahan. Ingin menangis saja bersama kesedihan
mereka, ingin tenggelam saja dalam ketidakberdayaan mereka. Untuk malam itu, dan malam-malam
selanjutnya yang sudah diagendakan, biaralah Tuhan selalu bersama dengan kami. Tuhan memberkati
kami untuk menjadi berkat bagi yang berkesusahan.

Rabu, 06 Juni 2018

Janji adalah dusta

Janji adalah dusta, setiap orang yang berjanji berpotensi tidak menepati janji ; sebutan itu adalah dusta. Bagaimana jika dusta diucapkan untuk mengenakan telinga. Membuat suasana harum sesaat, lalu asap tebal tercium sesudahnya. Beginilah manusia, mereka bebas memilih jalan, bebas mengambil keputusan. Lalu mau percayakah kau terlalu pada manusia? Dusta... dusta...dusta...
Aku jadi ingat akan masa lalu, ini pun dusta...

Jumat, 01 Juni 2018

Hanya dua

Hujan menulis surat lewat tetesannya, dan tanganku ikut basah saat menggenggam kertas serupa awan putih ini.

Aku jadi ingat akan tangisan ; satu untuk bahagia, dan satu untuk duka.

Ambon ,1 Juni 2018

Rabu, 02 Mei 2018

Dokter Kasih

Berbicara soal kasih, berbicara soal kepedulian, berbicara soal pembuktian, semua itu adalah
satu paket dari kebaikan yang sebenarnya. Dalam perjalanan ini, kita akan temukan orang yang sulit
melihat penderitaan orang lain; sekalipun mau peduli, tetapi itu tidak menjadi kebiasaan. Atau bila
menjadi baik, maka dengan siapa dan untuk apa dia harus berbuat baik, harus ada alasan barulah ia
melakukan kebaikan. Berbeda dengan orang yang benar-benar mengikat dirinya untuk hidup dalam
kasih tanpa syarat. Mereka ini terhitung dalam jumlah yang semakin kecil, tetapi mereka ada untuk
meneruskan pekerjaan Tuhan. Ketika kamu bertemu dengan orang yang demikian, barulah kamu
menyadari bahwa manusia berhati malaikat tetap menjalani rutinitas mereka yang semakin diabaikan
oleh manusia lain.
Ibu Melinda menjadi sosok yang begitu menginspirasi, sekaligus memotivasi ; sehingga patutlah
saya bersyukur karena dapat bertemu dengan beliau. Ia adalah seorang Ibu yang menaruh perhatian
pada penderita penyakit “Kanker dan Tumor”. Ia terus menabur, sambil menyemangati penderita
penyakit yang ganas ini. Saya tidak tahu sudah berapa banyak kebaikan yang Ia lakukan, tetapi ini
menjadi sesuatu yang menarik untuk kita renungkan.
Ia adalah “dokter kasih” menurut saya, mengapa? Ia tahu bahwa kehidupan itu begitu penting
bagi penderita penyakit K&T, sehingga dalam penderitaan mereka, ia hadir dan melakukan apapun
sebisa yang ia perjuangkan. Ia melakukannya dengan tulus, sehingga dalam percakapan yang singkat,
sorot matanya pun ikut berbicara dalam kegelisahan hatinya mengenai penderita penyakit K&T. Benar
apa yang teman saya katakan, dan itu sama seperti apa yang saya lihat saat pembicaraan malam itu.
Ibu Melinda selalu bermimpi penderita penyakit K&T, dapat sembuh dan menjalani hidup
seperti biasa. Ia punya harapan yang besar, setiap kali ia berjuang. Ia punya tekad yang kuat, setiap kali
ia hampiri kesedihan mereka. Ini sudah seperti pekerjaan baginya, pekerjaan tanpa pamrih. Begitulah ia
memilih jalan ini. Ia berkunjung untuk menguatkan, dan memberi semangat. Ia melayani tanpa memilih-
milih. Belas kasihan yang besar mendorongnya untuk menyuarakan kepada kita bahwa kita bisa menjadi
penolong bagi mereka. Ketika orang-orang sedang sibuk dengan memuaskan diri, ia menempuh jalan
lain dengan mengisi hari-harinya dalam tantangan yang tidak gampang. TUHAN selalu ada bagi orang
yang baik dan benar. TUHAN tidak membiarkan kaki kita goyah, begitu juga bagi Ibu Melinda.
Lebih-lebihnya kita, jangan lupakan akan mereka yang menderita. Lebih-lebihnya kita, marilah
berpihak dan ikut dalam melakukan kebaikan dan kasih. Bentuk kasih adalah pemberian, semangat, dan
doa. Kita jangan merasa bahagia terlalu, sehingga melupakan yang tidak berbahagia. Tertawa terlalu,
sehingga lupa kepada mereka yang tidak berani untuk tertawa. Senyum dalam sombong, lalu abaikan
tangan yang mengharap kebaikan kita. Hidup memberi dua jalan untuk kita pilih, menjadi peduli atau
tidak. Menjadi sayang ataukah tidak. Menjadi pendoa ataukah tidak. Semoga kita semakin sering
menabur, semakin sering memberi. Sedikit atau banyak ambilah dan memberilah. Beri semangat, dan
teruslah berdoa demi kehidupan ini.
Terima kasih Ibu Melinda…

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...