Hati dan pikiran itu seirama, hati merasakan, pikiran memikirkan.
lantas keduanya tidak boleh diabaikan.
Ada hati dan pikiran yang benar-benar kuat, meskipun dihantam berbagai masalah, namum tetap berdiri dengan teguh (tipe 1). Ada hati dan pikiran yang begitu rapuh, sehingga tidak ingin lagi untuk hidup (tipe 2).
Maka hati dan pikiran yang begitu kuat dan tangguh, harus membantu hati dan pikiran yang tidak kuat dan lemah untuk bangkit lagi.
Tangan-tangan pikiran
Tangan-tangan hati
jangan tinggal, mari menopang
kalau tidak aksi
maka doakanlah.
Feliks Savero Pattinama
Langganan:
Komentar (Atom)
Hari Selanjutnya
Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...
-
Inagurasi bio'fun 2010 Tahukah anda apa yang disebut dengan adik tingkat (adik senior)??? Jika anda berfikir bahwa adik tingk...
-
Selamat menikmati keindahan Negeri Oma (Leparissa Leamahu). Anda suka jalan-jalan? foto-foto? Renang? dll? Negeri Oma bisa jadi salah satu o...
-
Demikian teman, kuajarkan kau untuk mengerti sedikit saja. Tidak perlu kau melakukannya, yang penting kau pernah membacanya. Entah na...