Sabtu, 15 Juni 2019

Setiap kali salah

Saat kau bersalah, amarah menunggumu. Kecewa menjangkaumu. Mereka ingin menerkammu, tapi Tuhan tidak, Ia tidak lekas marah, Ia tetap sabar. Ia adalah kasih yang paling sempurna.

Alasan tidak harus ada dalam mencintai

Tuhan mencintai kita tanpa alasan, Ia benar-benar cinta. Bagaimana dengan kita? Kita mau mencintai Tuhan dengan alasan apa? Karena ingin kaya? Karena ingin terkenal? Karena ingin pintar? Karena ingin lepas dari masalah? Penjelasan ini tidak baik untuk diikuti, mencintai Tuhan harus benar-benar tanpa alasan. Kita mencintai-Nya karena Ia yang menciptakan kita. Mengeluarkan kita dari masalah, dan menyelamatkan kita dari penghukuman kekal. Jangan bilang mau cinta Tuhan karena ingin, tapi karena memang kita tertarik dengan perbuatan dan kasih-Nya. Ingin mengenal Dia, dan membuat Dia bahagia. itu adalah alasan yang tepat.

Jumat, 14 Juni 2019

Jangan mati

Jangan mati, kalau tahu mau mati jangan mati. Matamu masih melihat, nafasmu masih ada, jangan mati. Kau tiada tahu hari esok, karena bisa saja kau benar-benar hidup. Jangan mati, meskipun sudah lihat teman-teman mati bergelimang di jalan.

Mati=menutup semangat

Apa daya

Dihadapan Tuhan kita tidak ada apa-apanya. Tubuh dibentuk, nafas diberi, kekuatan, kemampuan, semua dari-Nya. Mau bangga dengan apa? apa yang bisa kau katakan pada Tuhan? Kau mau bilang itu hasil usahamu? Bukankah Dia yang memberkati? Apa dayamu, merendah adalah cara paling tepat, dan mengatakan bahwa saya bisa karena Tuhan. Semua yang manusia banggakan hanya berlaku saat dia hidup, saat mati dunia melupa, tanah melupa, semua melupa.

Selasa, 11 Juni 2019

Salah

Tidak ada kesenangan dunia yang membuat Tuhan bahagia, karena semua itu berasal dari keinginan daging, hawa nafsu. Tuhan senang kita bahagia, tapi Dia kecewa jika kita menggunakannya secara salah dan berlebihan.

Hari Selanjutnya

 Pada hela nafasmu, namamu berdesis pelan, Ucy, di ruang sanubari terpatri teguh dan kelan. Senyummu mentari pagi, hangatkan jiwa yang beku,...